::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Rakerwil, IPNU Jatim Kuatkan Sinergitas dan Integritas Organisasi

Ahad, 31 Januari 2016 01:00 Daerah

Bagikan

Rakerwil, IPNU Jatim Kuatkan Sinergitas dan Integritas Organisasi
Malang, NU Online
Sejak dilantik pada November 2015 lalu, Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Timur terus memacu kinerjanya. Sabtu (31/1), PW IPNU Jatim menggelar rapat kerja wilayah (rakerwil) yang fokus mengoptimalkan aspek sinergitas dan integritas organisasi.

Ketua PW IPNU Jatim Haikal Atiq Zamzami mengatakan, sinergitas dan integritas merupakan dua nilai penting yang menjadi modal utama untuk menggerakkan roda organisasi. Pengurus dari tingkat pimpinan wilayah hingga pimpinan anak cabang (PAC) harus sinkron, terutama dalam menerjemahkan visi dan misi organisasi menjadi sebuah program kerja yang bermanfaat.

“Sebagai organisasi terdepan kaderisasi di tubuh NU, IPNU berkomitmen untuk memfasilitasi sekaligus menjadi wadah bagi pengembangan potensi individu kader. Selain itu, tidak hanya unggul di satu bidang, namun juga dapat mengabdikan diri di berbagai lini,” tuturnya usai Pembukaan Rakerwil IPNU Jatim di Aula Pondok Pesantren Teknologi Ma’arif Singosari, Malang, Jawa Timur.

Lebih lanjut ia menjelaskan, merujuk pada visi dan misi organisasi IPNU, tugas utama IPNU adalah mampu menjadi organisasi pembelajar. Artinya, IPNU harus mampu menjadi pusat pembelajaran bagi segmen garapnya, yaitu santri, pelajar dan mahasiswa dalam mengembangkan segenap potensinya.

Haikal tidak menampik bahwa kondisi objektif IPNU dewasa ini memang belum sepenuhnya optimal. Hal ini ditandai dengan belum sinergisnya gerak organisasi yang masih cenderung linear, maka kreativitas dan inovasi menjadi hal yang wajib dilakukan dalam mengarungi masa bakti dua tahun ke depan.

“Bila dibiarkan berlarut hal ini akan berdampak pada stagnasi gerakan. Di sisi lain, modal gerakan IPNU masih sangatlah memadai,” terang Haikal yang juga aktif sebagai peneliti di The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP).

Rakerwil yang mengangkat tema “Meningkatkan Sinergitas Menuju Tata Kelola Organisasi Berintegritas”, sambung Haikal, harus menjadi momentum seluruh jajaran pengurus untuk memeras pikiran guna menjawab problem tersebut. Salah satu langkah awal adalah membingkai ulang pola pikir. Hal ini dinilai penting untuk menakar formulasi gerakan yang tepat sehingga dapat terbangun sebuah ritme gerakan yang strategis dan terukur.

Menurutnya, tugas IPNU ke depan tidak ringan. Problem radikalisasi dan narkoba adalah dua isu utama yang membutuhkan peran serta IPNU untuk membentengi generasi muda. Apalagi dewasa ini  kedua masalah tersebut telah banyak menyasar pelajar, santri dan mahasiswa. Maka gerakan yang sinergis, inovatif, dan mampu cepat berdaptasi dengan perubahan adalah hal yang tak bisa ditawar.

Ia menegaskan gerakan IPNU harus senapas dengan kegigihan komitmen dan loyalitas pada lingkup gerakan moral yang berlandas pada Islam Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah. Sehingga terbentuknya kader pelajar, santri, dan mahasiswa yang memeiliki keteguhan prinsip dan moral, beraklaqul karimah, serta memiliki ketajaman nalar dan kesadaran sekaligus tanggung jawab yang tinggi akan tugas membentuk tatanan mayarakat madani bukan lagi sekedar mimipi.

Rakerwil dibuka tokoh NU Prof KH Muhammad Tolhah Hasan yang juga Menteri Agama era Presiden Abdurahman Wahid. (Lukman Hakim El Baqeer/Mahbib)