::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Cinta Indonesia, Madrasah Ma'arif Blora Nyanyi Ya Lal Wathan Tiap Hari

Kamis, 04 Februari 2016 03:01 Daerah

Bagikan

Cinta Indonesia, Madrasah Ma'arif Blora Nyanyi Ya Lal Wathan Tiap Hari
Syair yang berisi cinta tanah air, Ya Lal Wathan karya KH Wahab Hasbullah
Blora, NU Online
Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Blora, Jawa Tengah, mewajibkan murid untuk mengumandangkan syair Ya Lal Wathan. Kebijakan itu berlaku mulai semester genap 2015/2016. Syair tersbur dikenalkan kepada seluruh murid sejak awal Januari 2016.

Guru ke-NU-an di MTs Himmatul Muallimin Sale, Klopoduwur, Banjarejo, Blora, Sutiyono mengatakan, lagu tersebut dinyanyikan setiap hari, yakni pagi hari setelah siswa berdoa bersama. Hal itu dilakukan untuk membangun militansi kecintaan siswa terhadap tanah air Indonesia, sekolah dan madrasah. "Alhamdulillah, seluruh siswa sudah hafal syair lagu tersebut," ungkapnya, Rabu (3/2).

Dengan menyanyikan lagu tersebut, kata dia, para siswa diharapkan bisa makin mencintai tanah airnya. Sebab, lagu yang diciptakan KH Wahab Hasbullah tersebut berisi tentang nilai-nilai perjuangan dan kecintaan kepada Indonesia.

Hal senada diungkapkan Kepala MTs Hasanuddin Plosorejo, Muntasir. Lagu Ya Lal Wathan dinyanyikan dua kali dalam sehari. Di sekolah tersebut dinyanyikan pagi hari sebelum pelajaran, dan siang hari setelah selesai pelajaran. "Lagu Ya Lal Wathan, kami jadikan wiridan setiap hari," ujarnya.

Lebih rinci ia menyebutkan, kegiatan siswa adalah membaca Alfatihah, dua kalimah syahadat, doa Rodhitu, nadhaman Asmaul Husna, surat-suart pendek dan syair Ya Lal Wathan. Setelah siswa baru memulai pelajaran sesuai jadwal hingga siang hari.

Sedangkan untuk siang hari, tambah dia, usai mengikuti pelajaran, siswa kemudian membaca doa dan ditutup syair Ya Lal Wathan. Setelah itu, siswa bersalaman dengan bapak ibu guru dan pulang ke rumah masing-masing. "Melalui cara ini, para siswa bisa makin kental nilai-nilai ke-Aswajaannya," ujarnya. (Sholihin Hasan/Abdullah Alawi)