::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

GP Ansor Sumbar Siap Berikan Pendampingan Eks Anggota Gafatar

Sabtu, 06 Februari 2016 17:20 Daerah

Bagikan

GP Ansor Sumbar Siap Berikan Pendampingan Eks Anggota Gafatar
Ketua PW GP Ansor Sumbar, Rahmat Tuanku Sulaiman memberikan sambutan.
Padang, NU Online
Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat (Sumbar) siap memberikan pendampingan terhadap eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang dipulangkan ke daerah asalnya di Sumatera Barat.  Pendampingan ini dimaksudkan agar eks anggota Gafatar bisa kembali menjalankan ajaran agama Islam yang benar di tengah umat dan lingkungannya.  
 
Hal itu diungkapkan Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumbar Rahmat Tuanku Sulaiman, Jumat (5/2/2016), ketika membuka Rapat Koordinasi Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat dengan Pimpinan Cabang Ansor se-Sumatera Barat, di aula PWNU Sumbar, Padang.  
 
Menurut Rahmat, sebagai warga negara yang baik, eks anggota Gafatar jangan dikucilkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Mereka juga bagian dari masyarakat kita yang membutuhkan hidup bermasyarakat. Oleh karena itu bagi eks anggota Gafatar yang sudah menyadari kekeliruaannya dan bersedia kembali ke jalan yang benar, sudah saatnya pula masyarakat menerimannya dengan baik.
 
"Tentunya mereka yang akan mendapatkan pendampingan sudah menyatakan bertaubat, bersumpah keluar dari Gafatar dan bersumpah untuk kembali ke jalan yang benar. Anggaplah ketika masuk Gafatar karena kekeliruan, setelah mengetahui adanya kekeliruan tersebut kembali ke jalan yang benar," kata Rahmat alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan, Kabupaten Padang Pariaman ini. 
 
Selain itu, kata Rahmat, masyarakat harus belajar dari kemunculan Gafatar ini.  Dimana masyarakat, terutama orangtua untuk memperhatikan anak-anak dan generasi mudanya jangan mudah terpengaruh oleh kelompok, paham dan ajaran baru yang tidak jelas sumbernya. Di zaman yang serba internet ini, banyak orang hanya bertanya kepada ‘mbah google’, ketimbang kepada ahlinya.
 
"Generasi muda yang pengetahuan dan pemahaman keagamaannya masih dangkal, akan mudah terprovokasi oleh paham, ajaran atau pemikiran yang diterimanya dari informasi media sosial.  Pada akhirnya dapat merubah sikap, tingkah laku, pemikiran dan pola hidup seseorang yang tidak lagi sesuai dengan agama Islam yang sudah diyakini sejak dini," kata Rahmat Tuanku Sulaiman yang didampingi Sekretaris PW GP Ansor Arianto.
 
Selain itu, kata Rahmat, PW Ansor Sumatera Barat menghimbau kepada seluruh kader Ansor dan umat Islam untuk memperkuat kehidupan beragama di lingkungan masing-masing. Sehingga dengan memperkuat kehidupan beragama  tersebut dapat mencegah masuk dan berkembangnya paham, ajaran atau pemikiran keagamaan yang tidak sesuai dengan apa yang sudah ada di daerah tersebut.
 
Rapat Koordinasi (Rakor) diawal dengan membaca Al-Fatihan dan diakhiri dengan membaca Shalawat Nabi Muhammad Saw. Rakor  sekaligus menyampaikan surat-surat keputusan PP GP Ansor terkait dengan surat keputusan tentang pengesahan pengurus PC GP Ansor di Kabupaten dan Kota.
 
"Dengan keluarnya surat keputusan kepengurusan tersebut, diharapkan akan memberikan motivasi yang semakin tinggi bagi pengurus Ansor di Sumatera Barat untuk berbuat baik demi kemaslahatan umat," tuturnya. (Armaidi Tanjung/Fathoni)