::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Anggie Sebut 40% Rakyat Indonesia Kurang Gizi

Senin, 22 Februari 2016 21:10 Nasional

Bagikan

Anggie Sebut 40% Rakyat Indonesia Kurang Gizi
Manado, NU Online
Ketua Umum PP Fatayat NU Anggi Ermarini mengatakan, kondisi masyarakat Indonesia saat ini tercatat 40 persen dinyatakan kekurangan gizi. Menurut Anggi, kondisi ini diperparah dengan tingginya tingkat kematian ibu dan bayi sehingga target Millinium Development Goal's (MD'G) tidak tercapai di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Anggi Ermarini pada pelantikan Fatayat NU Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara, di Hotel Sahid Kawanua Manado, Ahad (21/02).

"Karena itu menjadi tugas Fatayat NU untuk memperkuat program di bidang kesehatan. Kalau ibunya sehat, sudah pasti anak dan suami akan sehat."

Ia menyampaikan bahwa bulan Juli mendatang Fatayat NU diundang menjadi salah satu pembicara di forum PBB. “Karena itu kita patut berbangga dengan kepercayaan ini," ujar Anggi.

Anggi yang ditemani Efri Nasution dan Enung Maryati dari pengurus PP Fatayat NU menegaskan beberapa hal terkait program kerjanya selama memimpin Fatayat NU hingga lima tahun mendatang.

Selain persoalan gizi, masalah kekerasan terhadap anak makin marak akhir-akhir ini. Untuk itu Fatayat bertekad membebaskan perempuan Indonesia dari perlakuan diskriminatif yang dialami di berbagai lapangan kehidupan seperti ekonomi, politik, sosial dan budaya. Serta memberikan kesempatan perempuan kita untuk mengembangkan kapasitas dirinya sebagai manusia.

“Untuk merealisasikan semua itu tentu ada syaratnya, yakni makan makanan yang cukup, kesehatan yang baik, pendidikan, dan kemerdekaan untuk mengambil keputusan untuk dirinya sendiri," tegas Anggi.

Terkait dengan maraknya LGBT, peredaran narkoba dan prostitusi online, Anggi tak ingin berkomentar banyak. "Semua itu kembali kepada diri kita masing-masing sebagai perempuan. Kalau memang hal tersebut dilarang, sebaiknya jangan dilakukan dan sebisa mungkin dijauhi.” (Asep Sabar/Alhafiz K)