::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah

Selasa, 23 Februari 2016 15:29 Nasional

Bagikan

LPBINU Luncurkan Gerakan Nasional Ubah Sampah Jadi Berkah
Jakarta, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) menilai bahwa berbagai bencana bisa ditimbulkan hanya karena membiarkan sampah tanpa bisa memanfaatkannya. Sebab itu, LPBINU berupaya memberikan kesadaran kepada masyarakat dengan meluncurkan gerakan nasional ‘Mengubah Sampah Menjadi Berkah’.

Kegiatan peluncuran dilakukan di halaman Gedung PBNU Jakarta, Selasa (23/2/2016) serta dibuka langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

Dalam gerakan ini, Ketua Pengurus Pusat LPBINU M Ali Yusuf mengatakan bahwa kegiatan ini akan didukung oleh berbagai program produktif seperti Bank Sampah, Shadaqah Sampah, Daur Ulang, Komposting, Biopori, dan Urban Farming.

“Istilah Bank Sampah kami pilih untuk memahamkan kepada masyarakat bahwa sampah juga mempunyai nilai dan menyimpan pendapatan,” ujar M Ali Yusuf di sela-sela kegiatan.

Ali Yusuf menjelaskan, sampah juga menjadi problem darurat mengingat Indonesia berada di urutan kedua penghasil sampah terbanyak di laut setelah Filipina. “Padahal di laut, sampah baru bisa hancur setelah 50-100 tahun,” terang Yusuf.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam sambutannya memaparkan, LPBINU telah meluncurkan ide cerada terkait penanganan sampah. Menurut Kang Said, persoalan sampah tidak akan pernah selesai mengingat gaya hidup masyarakat yang semakin hedonis dan materialis.

“PBNU mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bergabung bersama NU melalui LPBINU dengan memanfaatkan sampah menjadi barang-barang kerajinan, kompos, dan lain-lain,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga berdiri stan-stan yang menampilkan produk-produk kreatif hasil olahan sampah. Bahkan untuk program Bank Sampah, LPBINU juga meluncurkan Buku Tabungan. Nasabah dari program ini tak lain yaitu masyarakat pengumpul sampah itu sendiri.

Kegiatan ini juga menampilkan fashion show dengan memakai baju-baju cantik hasil olahan sampah. 

Agenda ke depan, PBNU dan LPBINU juga akan mengadakan pertemuan dengan salah satu kelurahan di Jakarta, yaitu Kelurahan Kenari Kecamatan Senen, Jakarta Pusat untuk menyosialisasikan programprogram tersebut. Dalam agenda yang akan dilaksanakan 3 Maret 2016 tersebut, Gubernur Jakarta Basuki Tjahaya Purnama direncakan akan hadir. Sosialisasi kegiatan konkret serupa akan digencarkan di setiap daerah. (Fathoni)