::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Telah berpulang ke rahmatullah Pengasuh Pesantren Roudlatul Falah Pamotan, Rembang KH Ahmad Tamamuddin Mundji::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pelajar NU Jombang Tolak Praktik LGBT

Rabu, 24 Februari 2016 23:00 Daerah

Bagikan

Pelajar NU Jombang Tolak Praktik LGBT
Jombang, NU Online
Soal keberadaan LGBT (Lebian, Gay, Bisexual dan Transgender) yang juga terjadi di Kabupaten Jombang hingga saat ini masih menjadi salah satu kajian serius di kalangan warga nahdliyin setempat, termasuk Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU).

Mereka dengan tegas menyatakan tidak sepakat terhadap praktik LGBT di Indonesia. Dengan alasan selain penduduk di Indonesia mayoritas beragama Islam, kemudian ajaran Islam pun juga melarangnya. Mereka khawatir maraknya kondisi tersebut akan terus meluas hingga kepada para pemuda yang masih berstatus pelajar. 

“Jelas tidak setuju dan menolak adanya LGBT di Indonesia karena negara kita tidak bisa disamakan dengan negara amerika yang mayoritas penduduknya non muslim. Islam juga dengan jelas melarangnya,” kata Anna Uswatun Hasanah, salah satu Pengurus PC IPPNU Jombang, saat dihubungi, Rabu (24/2) siang.

Menurutnya, praktik LGBT tersebut adalah salah satu bagian dari apa yang dilakukan umat Nabi Luth di zamannya. Seyogyanya kondisi demikian mejadi pelajaran bagi umat  Islam. “Bahkan tidak asing lagi LGBT di zaman Nabi Luth, seharusnya kita bisa mengambil pelajaran dari cerita kaum Nabi Luth yang tercatat dalam al-Qur’an surah Luth ayat 82-83 bahwa LGBT tidak dibenarkan oleh Islam dan dilarang,” tuturnya.

Uus, demikian ia biasa disapa menambahkan bahwa LGBT merupakan sikap yang melenceng dari kodrat dan tujuan penciptaan manusia sebagai makhluk yang berpasang-pasangan supaya memperoleh keturunan, seperti penjelasan di QS an-Nisa’ ayat 4 (empat).  

“Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan namun tidak sesama jenis, hal itu dimaksudkan untuk memperoleh keturunan dan martabat manusia, sesuai dengan keterangan al-Qur’an surah an-Nisa’ ayat 4. Dari itu LGBT bertentangan dengan kemulyaan diciptakannya manusia,” tuturnya.

Dengan demikian, pihaknya akan terus berupaya melakukan pendampingan-pendampingan, khususnya untuk para pelajar di Jombang dengan dasar-dasar ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah. “Kita sebagai pelajar NU lebih waspada dan membatasi pergaulan yang melenceng dengan norma atau ajaran Islam terlebih pemuda. Dan kita akan bekali mereka dengan dasar-dasar akidah Islam Ahlussunnah Wal Jamaah seperti kajian rutinitas Aswaja yang sudah kita lakukan,” ucapnya.

Ia mengaku bahwa optimalisasi pemahaman Aswaja kepada para pemuda di Jombang adalah salah satu program yang memang dicanangkan untuk dua tahun ke depan. “Seperti rapat kerja yang sudah menghasilkan upaya tersebut telah kita rumuskan bersama sebelumnya,” paparnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)