::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ansor dan Banser Aset Masa Depan NU dan Bangsa

Selasa, 01 Maret 2016 07:03 Nasional

Bagikan

Ansor dan Banser Aset Masa Depan NU dan Bangsa
Imam Kusnin ketika memberikan materi Kabanseran dalam acara PKD kemarin.

Tulungagung, NU Online
Intruktur Banser Nasional H Imam Kusnin Ahmad mengatakan, Gerakan Pemuda Ansor beserta Bansernya,merupakan aset yang sangat berharga,untuk masa depan NU dan NKRI. Karena, NU dan NKRI sangat bertumpu pada kualitas mereka. Karena Ansor beserta Bansernya merupakan kader NU dan Kader Bangsa.

Ia mengungkapkan hal itu pada Diklat Terpadu Dasar (DTD) III yang diselenggarakan  Pimpinan Cabang  GP Ansor Kabupaten Tulungagung di Madrasah Aliyah Darussalam,Ngentrong Campur Darat, 28 Februari. Acara diklat diikuti 85 peserta dari sebagain kecamatan di wilayah selatan Tulungagung muulai dari Besuki, Campur Darat dan Boyolangu.

Menurut Kusnin, Ansor dan Banser beserta komponen pemuda lainnya yang bernaung di bawah panji NU harus sejak awal dipersiapakan dan bekali dengan paham yang benar dalam agama maupun kenegaraan. “Paham agama harus sesuai yang selama ini dianut oleh NU, yakni  paham Islam Ahlussunah wal-Jamaah ala NU,’’ katanya.

Pemahaman semacam itu, lanjut dia, salah satunya muncul melalui pelatihan seperti Diklat Terpadu Dasar (DTD), Diklat Terpadu Lanjutan (DTL) dan Diklat Terpadu Nasional (DTN). Atau melalui LKD (Latihan Kader Dasar), LKL (Latihan Kadar Lanjutan) dan PKN ( Pelatiha Kader Nasional).

“Itu untuk Ansor. Untuk Banser bisa melalui Diklatsar, Susbalan dan Susbanpim. Ini harus dilakukan agar anggota kita bisa memahamai dan mengamalkan ajaran yang benar. Tidak terkecoh dengan pandangan agama yang sempit yang mengarah pada radikalisme,’ ’ungkap mantan Komandan Banser Jatim ini.

Selain paham keaagamaan, ungkapnya, Ansor dan Bansernya juga harus diperkuat dengan pendidikan kewarganegaraan (civic education) yang mendalam terhadap empat pilar kebangsaan ysitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Melalui pendidikan kewarganegaraan dan bela negara ini, Ansor dan Banser didorong untuk terus menjunjung tinggi dan menginternalisasikan nilai-nilai luhur yang sejalan dengan kearifan lokal seperti toleransi antarumat beragama, kebebasan yang bertanggung jawab, gotong royong, kejujuran, dan cinta tanah air serta kepedulian antar-warga masyarakat,’’ katanya.

Ansor dan Banser harus berkualitas baik di bidang akademis, sosial, keagamaan, seni, budaya, maupun olahraga. “Supaya apa? Ansor dan Banser menjadi kader yang unggul dalam bidang akademis, sosial,agama, seni budaya maupun olahraga. Karena apa? Kita semua ini kader ulama dan dan kader bangsa,’’ tandasnya.

Sebagai kader ulama, menurut Kusnin, Ansor dan Banser memiliki tanggung jawab yang besar atas berlangsungnya ajaran Islam Ahlussunah wal-Jama'ah ala NU dan pertahanan NKRI.

Selain Imam Kusnin, materi dalam pelatihan itu adalah Kasatkornas Banser H Alfa Isnaeni, KH Najib dan Abdul Azis. Ketiganya juga sebagai instruktur nasional Ansor dan Banser. (Yoyok Mubarok/Abdullah Alawi)