::: NU menyelenggarakan rukyat awal Ramadhan 1438 H pada Jumat, 26 Mei 2017 di berbagai daerah di Indonesia  ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gus Rozin: MQK, Ajang Silaturahim Akademik Antarpesantren

Selasa, 01 Maret 2016 09:30 Nasional

Bagikan

Gus Rozin: MQK, Ajang Silaturahim Akademik Antarpesantren
Ketua FKPP Jateng yang juga Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMINU), KH Abdul Ghaffar Rozin
Semarang, NU Online
Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) wilayah Jawa Tengah menggelar rapat koordinasi pertama di auditorium Kantor Wilayah Kementerian Jawa Tengah. Forum yang dihadiri masing-masing cabang dari kabupaten/kota se-Jawa Tengah ini juga membahas persiapan Pekan Olahraga dan Seni Pesantren Daerah (Pospeda) di Demak pada Mei dan Musabaqah Qiroatil Kitab (MQK) atau lomba baca kitab di Tegal pada November.

Perlombaan ini diadakan untuk menjaga agar kitab kuning sebagai tradisi intelektual Islam Nusantara tetap terjaga.  "MQK menjadi wahana untuk membangkitkan kita (santri dan pesantren, red) terhadap ghirah (semangat) penguasaan kitab kuning," kata Ketua FKPP Jateng yang juga Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMINU), KH Abdul Ghaffar Rozin, Senin (29/2).

MQK juga dinilai sebagai ajang silaturahim akademik antarpesantren, wahana konsolidasi FKPP di wilayah masing-masing, dan bagian dari kontra-wacana dan kontra-gerakan terhadap paham radikal. Dalam dasawarsa terakhir pesantren diketahui mengalami perkembangan signifikan. Dari tahun 2005 terdapat 2.187 pesantren dengan jumlah santri 442.862 hingga 2015 terdapat 4.847 pesantren dengan 638.288.

"Musabaqah (perlombaan) ini bagian dari eksistensi pesantren salaf terhadap publik," ujar Gus Rozin, sapaan akrab rektor Institut Pesantren Mathaliul Falah itu, yang juga mengingatkan pesantren untuk bersiap menyambut adanya Liga Santri Nusantara tahun ini.

Menurut Gus Rozin, pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia memiliki tanggung jawab dan peran strategis untuk mengambil bagian dalam menguatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan kemanjuan peradaban Islam.

Rapat koordinasi FKPP kali ini dibuka langsung Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jateng H Sholikhin.

Jawa Tengah, tepatnya di Pondok Pesantren Roudlotul Mubtadiin Jepara, rencananya juga menjadi tuan rumah bagi gelaran MQK keenam tingkat nasional pada Oktober 2017. Berbagai upaya sedang dikerjakan mulai dari rekomendasi dari bupati Jepara,  ketua DPRD Jepara,  surat persetujuan gubernur dan ketua DPRD Jawa Tengah, hingga surat pengantar kesiapan dari kepala Kanwil Kemenag Jateng kepada MENTERI AGAMA RI tentang penyelenggara MQK nasional.

"Proses perizinan sedang kita usahakan di berbagai level," ungkap Kepala Seksi Pondok Pesantren Kanwil Jateng, Mukhtasit. (M. Zulfa/Mahbib)