::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Forum Pesantren Se-Jateng Bahas Persoalan Kebersihan Pesantren

Selasa, 01 Maret 2016 15:00 Daerah

Bagikan

Forum Pesantren Se-Jateng Bahas Persoalan Kebersihan Pesantren
Semarang, NU Online
Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) wilayah Jawa Tengah H Abu Choir selaku pembicara menegaskan, An-Nadhafatu minal iman (kebersihan adalah sebagian dari iman) merupakan etika santri. Kebersihan merupakan sunnah Nabi, pelajaran etika, dan lingkungan yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. 

Kebersihan inilah yang menjadi pembahasan dalam Pembahasan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Sehat (PBPS) menjadi diskusi antara ketua FKPP cabang se-Jawa Tengah, Senin (29/2).

"Kebersihan menjadi gerbang hadirnya kesehatan pesantren, baik jasmani maupun rohani," papar pengurus Rabithah Ma'ahid Islamiyyah NU Jateng itu.
 
Bila kita tilik, tambahnya, dahulu para kiai mendirikan pesantren mengajarkan kebersihan sebagai laku utama. Petuah kiai mengajarkan bahwa bersih lingkungan dan suci batin menjadi identitas kaum santri. Ditambah nilai-nilai kebersihan di pesantren mengandung dimensi fisik, etik, estetik, dan spiritual.
 
Kalau dikaitkan dengan gerakan AyoMondok yang diusung berbagai elemen yang dimotori PP RMINU, hal ini bisa menjadi gerakan lanjutan untuk penguatan dari dalam bagi pesantren. Gerakan PBPS ini perlu ditindaklanjuti, karena efeknya akan cukup signifikan dalam membangun kepercayaan masyarakat.
 
PBPS ini terdiri atas pelatihan manajemen kebersihan, membentuk relawan kebersihan pesantren, sertifikasi manajemen PBPS oleh FKPP Jateng (ada bisyaroh bagi yang berhasil: sertifikat, fasilitasi, menjadi profil di website, dan rujukan pesantren lain). 

Selian itu, imbuh Abu Choir, gerakan cinta PBPS dengan mengunjungi pesantren atau kegiatan tertentu, melakukan aksi bersih-bersih bersama relawan kebersihan. Hal ini secara tidak langsung akan merubah paradigma yang berkembang di pesantren tentang kebersihan.
 
"Merubah maindset warga pesantren tentang kebersihan ditambah menemukan tips dan trik manajemen lingkungan dan kebersihan pesantren karena karakter tiap pesantren berbeda-beda," tutup Abu Choir. (M Zulfa/Fathoni)