::: NU menyelenggarakan rukyat awal Ramadhan 1438 H pada Jumat, 26 Mei 2017 di berbagai daerah di Indonesia  ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Nabi Isa Asal Jombang Bertobat

Selasa, 01 Maret 2016 20:05 Daerah

Bagikan

Nabi Isa Asal Jombang Bertobat
Jombang, NU Online
Jari, sosok yang pernah mengaku sebagai Nabi Isa bertobat setelah sepekan lalu dipertemukan dengan beberapa pihak untuk mengklarifikasikan terkat paham yang dianutnya. Pria asal Dusun Gempol, Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang, Jawa Timur ini sebelumnya menghebohkan warga sebab pengakuannya itu. Tak hanya itu, menurut pengakuan Jari, ia juga sudah memiliki ratusan santri atau pengikut paham yang diajarkan.

Pertobatan dilakukan di aula Masjid Shirothal Mustaqim Desa Karangpakis, Senin siang (29/2) yang ditandai dengan pembacaan ulang dua syahadat. Pembacaan kalimat tersebut disaksikan langsung oleh sejumlah pihak, di antaranya MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jombang, Forum Pimpinan Daerah, Forum Pimpinan Kabupaten dan warga setempat.

Jari  menandatangani surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Pihak MUI juga memerintahkan warga untuk memindahkan batu di dalam masjid yang sebelumnya diyakini berasal dari Gunung Lawu dan dianggap sama dengan makam Ibrahim di Mekah.

Alhamdulillah, tadzkirah (mengingatkan kembali) yang dilakukan oleh Ketua MUI, Komisi Fatwa MUI, Komisi Dakwah dan Kemenag Jombang telah diterima Bapak Jari dan pengikutnya. Mereka sudah bersyahadat kembali, menandatangani dan membacakan surat pernyataan di hadapan Forpimda dan Forpimka setempat,” kata Moh Mahfud, salah satu saksi mata pembacaan syahadat Jari.

Diwartakan sebelumnya saat di hadapan forum klarifikasi yang digelar MUI Jombang, Jari sempat menyangkal dirinya tidak mengakui pernyataannya sebagai penerus Nabi Isa. Dan ia bersikukuh bahwa ajaran yang ia sampaikan tidak menyimpang dari syariat Islam. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)