::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Fatayat NU Probolinggo Gencar Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Rabu, 02 Maret 2016 08:11 Daerah

Bagikan

Fatayat NU Probolinggo Gencar Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Probolinggo, NU Online
Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Probolinggo terus berupaya agar bisa berperan aktif dalam pembangunan. Hal itu dibuktikan dengan kepekaannya dalam mengikuti perkembangan informasi bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dari tahun ke tahun terus meningkat.

“Terobosan ini kemudian menjadi perhatian khusus dan dimasukkan dalam salah satu program unggulan PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo,” ungkap Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo Elysa Candra Maya saat menghadiri kegiatan turun ke bawah (turba) di Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (1/3).

Menurut Ning Lisa, sapaan akrabnya, turba ini merupakan langkah awal koordinasi antaranggota Fatayat sebagai upaya dan rencana sosialisasi menyeluruh dalam rangka menekan AKB melahirkan di Kabupaten Probolinggo.

“Angka kematian ibu melahirkan sudah merupakan hal yang paling ditakuti di kalangan  masyarakat. Oleh karena itu ke depan kita akan gencar melakukan sosialisasi hingga ke daerah-daerah kecamatan melalui pertemuan rutin seperti ini,” jelasnya.

Ning Lisa menerangkan bahwa saat ini AKI, AKB dan Angka Harapan Hidup Waktu Lahir (AHH) ditetapkan sebagai indikator derajat kesehatan di masyarakat. Oleh karena itu, PC Fatayat NU Kabupaten Probolinggo memasukkan hal ini ke dalam salah satu program cabang dengan meningkatkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo.

“Hal ini dilakukan untuk menekan AKI dan AKB di Kabupaten Probolinggo. Harapannya program-program yang kami susun akan dilaksanakan di puskesmas dengan target pencapaian derajat kesehatan tersebut bisa terwujud,” tegasnya.

Untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat desa, Fatayat NU Kabupaten Probolinggo akan meminta pengurus Fatayat di tingkat kecamatan untuk berkoordinasi dengan puskesmas pada masing-masing kecamatan untuk menggerakkan Polindes (pos bersalin desa) atau Pustu (puskesmas pembantu) dengan memanfaatkan bantuan bidan desa serta meningkatkan kegiatan posyandu bersama PKK dan Fatayat di tingkat ranting.

“Ke depan Fatayat NU akan bermitra dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat khususnya kaum ibu pentingnya melakukan pemeriksaan kandungan (kehamilan), tips menjaga kehamilan, makanan untuk ibu hamil hingga persiapan lainnya saat melahirkan untuk para ibu tersebut. Semua ini untuk meningkatkan pengetahuan, terutama pada kaun wanita yang baru pertama kali hamil,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Forum Dakwah Fatayat (Fordaf) NU Kabupaten Probolinggo Sakinah. Menurutnya, Fatayat akan terus melakukan sosialisasi ini sebagai salah satu dakwah Fatayat NU mengajak kaum ibu sadar menjaga kesehatan dan memeriksakan kesehatan kandungan dan bayi.

“Selain itu kita akan melakukan sosialisasi hingga ke tingkat ranting Fatayat dan ranting area Posyandu, namun hingga saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan perangkat desa setempat,” katanya.

Menurut Sakinah, kalau semuanya sudah fix, maka pada pertemuan berikutnya bulan Maret mendatang akan dijadwalkan akan menggandeng Dinkes untuk memberikan sosialisasi tersebut di masing-masing kecamatan. “Semoga rencana dan program kami bisa berhasil bersamaan dengan maunah Allah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)