::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ribuan Umat Islam Peringati Haul "Guru Tua"

Ahad, 05 November 2006 14:28 Daerah

Bagikan

Palu, NU Online
Belasan ribu ummat Islam dari berbagai daerah di Indonesia memperingati Haul (peringatan wafatnya) ke-37 HS Idrus bi Salim Al Djufri atau lebih dikenal dengan "Guru Tua"--ulama pendiri Perguruan Islam Alkhairaat-- di Palu, Sulawesi Tengah  (Sulteng), Sabtu.

Sejak pukul 07:00 Wita halaman Perguruan Islam Alkhairaat di Jalan SIS Aldjufri sudah dipadati massa Alkhairat yang datang dari lebih seribu cabang sekalipun acara Haul yang diperingati  setiap 12 Syawal tahun berjalan itu baru dimulai pukul 09:00 Wita.

<>

Hampir seluruh perwakilan cabang Alkhairaat yang sebagian besar tersebar di Kawasan Timur Indonesia, hadir dalam acara Haul Guru Tua kali ini.

Lebih lima ribu kursi yang disediakan panitia penyelenggara, tak mampu menampung membludaknya pengunjung. Bahkan Masjid Alkhairaat yang berlantai dua, tepat berada di samping Perguruan Islam terbesar di KTI itu disesaki warga "Abnaul" Alkhairaat. Mereka yang tidak kebagian tempat duduk memilih berdiri di sepanjang Jalan Sis Aldjufri dan di halaman parkir Palu Plaza.

Hampir seluruh pejabat sipil dan militer se-provinsi Sulteng hadir pada acara ini, di antaranya Gubernur Sulteng HB Paliudju, Ketua DPRD Sulteng Murad Natsir, Walikota Palu Rusdi Mastura, Ketua DPRD Kota Palu Mulhanan Tombolatutu dan Bupati Donggala Ardjad Lamarauna. Bahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Taufik Efendi, berbaur bersama ribuan Abnaul Alkhairaat.

Ceramah Haul dibawakan oleh Habib Shaleh Aliidrus, Habib Syekh Bin Ibrahin Assegaf dan DR Huzaimah Yanggo. Ketiga ulama ini masih anggota keluarga besar Alkhairaat yang saat ini bermukim di Jakarta dan Surabaya.

Puluhan pedagang kaki lima memanfaatkan momen tahunan ini untuk menjual cenderamata bersimbol Alkhairaat, foto/poster guru tua dengan ciri khas mengenakan kacamata minus dan surban laris manis diserbu peserta Haul.

Guru Tua wafat pada 12 Syawwal 1389 H bertepatan dengan 22 Desember 1969, ia menutup 46 tahun berkiprah di dunia dakwah dan pendidikan dengan mewariskan lembaga pendidikan yang terus berkembang hingga saat ini.

Setelah Guru Tua wafat, Alkhairaat menyempurnakan diri sebagai sebuah institusi modern yaitu dengan adanya Perguruan Besar (PB) Alkhairaat, Yayasan Alkhairaat, Wanita Islam Alkhairaat (WIA) dan Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA) serta Perguruan Tinggi Alkhairaat, lembaga ini juga memiliki surat kabar mingguan (SKM) Alkhairaat.

Warisan besar dan berharga yang ditinggalkan Guru Tua adalah lembaga pendidikan Islam Alkhairaat. Dari sebuah sekolah sederhana yang dirintisnya, kini lembaga ini telah berkembang menjadi 1.561 sekolah dan madrasah, termasuk Universitas Alkhairaat.

Selain itu, Alkhairaat juga memiliki 34 pondok pesantren, 5 buah panti asuhan, serta usaha-usaha lainnya yang tersebar di kawasan Timur Indonesai (KTI). (ant/mad)