::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Waketum PBNU Buka Propesa STAINU Jakarta dan UNU Indonesia

Kamis, 25 Agustus 2016 20:15 Nasional

Bagikan

Waketum PBNU Buka Propesa STAINU Jakarta dan UNU Indonesia
Waketum PBNU M. Maksum Mahfoedz
Jakarta, NU Online
Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia mulai menggelar Program Pengenalan Studi dan Almamater (Propesa) untuk para mahasiswa baru. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) HM Maksum Mahfoedz, Kamis (25/8) di Aula Gedung PBNU Jakarta.

Sebelum membuka Propesa, Maksum memberikan sambutan pengarahan kepada ratusan mahasiswa baru. Dengan menggelar pembukaan Propesa di PBNU, mahasiswa diharapkan lebih mengenal rumah besar Nahdlatul Ulama (NU) sebagai dasar pemikiran sekaligus pergerakan.

Guru Besar UGM ini tak lupa memberikan dorongan dan motivasi belajar kepada para mahasisa agar mempunyai pijakan yang kuat dalam melalui proses belajar di perguruan tinggi NU tersebut. Menurutnya, mahasiswa harus sadar bahwa persaingan global semakin ketat sehingga harus selalu mengembangkan kapasitas diri di luar kampus selain aktif di dalam kampus.

“Harus fight dalam belajar, jangan lupa memperluas jaringan dan menguasai teknologi,” anjur Maksum yang saat menjabat sebagai Rektor UNU Indonesia.

Sementara itu, Ketua STAINU Jakarta Syahrizal Syarif dalam sambutannya juga menjelaskan, kesuksesan dalam menjalani pendidikan ada pada motivasi diri untuk selalu belajar meski dalam keterbatasan fasilitas. Ia menganjurkan kepada mahasiswa agar memanfaatkan jantung belajar seperti perpustakaan selain aktif mengembangkan diri dalam organisasi.

“Jangan terpaku dengan keterbatasan fasilitas, karena hal itu hanya akan mempersempit kalian dalam belajar. Padahal perpustakaan tersebar di mana-mana, bahkan saat ini mudah sekali mengakses perpustakaan di dunia melalui digital,” jelaanya.

Oleh karena itu, tegasnya, penguasaan teknologi dan pemahaman informasi sangat menunjang proses belajar generasi muda saat ini. Dia juga mendorong mahasiswa untuk dapat menguasai minimal 2 bahasa, yaitu bahasa Arab dan Inggris. Karena penguasaan bahasa asing saat mempunyai peran strategis dalam menunjang belajar sekaligus mengembangkan keilmuan secara global.

Kegiatan Propesa ini akan berlangsung di Parung Bogor selama tiga hari ke depan. Usai mengikuti pembukaan, para mahasiswa baru digiring langsung menuju lokasi kegiatan. Acara pembukaan Propesa ini juga dihadiri oleh salah satu pendiri STAINU Jakarta , KH M. Mujib Qulyubi. (Fathoni)