::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Prihatin Konten Dunia Maya, NU Jatim Bentuk Cyber Force

Jumat, 02 September 2016 03:00 Nasional

Bagikan

Prihatin Konten Dunia Maya, NU Jatim Bentuk Cyber Force
Surabaya, NU Online
Ujaran kebencian saat ini tidak lagi berkeliaran dari mulut ke mulut. Melainkan sudah merambah ke dunia maya. Lalu lintas percakapan di dunia maya kian deras dan tak terbendung. Kebebasan berekspresi dan berbicara tidak lagi menjadi penghalang di media sosial.

Penggunaan media sosial yang tak terkontrol ini banyak meresahkan masyarakat, termasuk NU. "Kita sudah buat tim ‘pasukan udara’ untuk memantau dunia maya dari teman-teman Ansor dan Cyber NU Jatim. Namanya Cyber Force," kata Ketua PWNU Jatim, KH Mutawakkil Alallah di Markas Polda Jatim, Kamis (1/9).

Cyber Force sudah bekerja sejak beberapa bulan lalu. Tim inilah yang memantau lalu lintas media sosial dan menganalisis ujaran-ujaran yang berseliweran di dunia maya. Jika ada ujaran yang berpotensi memecah belah keutuhan bangsa, NKRI langsung dilaporkan ke Kominfo. "Cara kerjanya seperti apa, tanya ke Ansor dan cyber NU Jatim," lanjut Kiai Mutawakkil.

Yang paling disorot NU, lanjut Mutawakkil, ialah ujaran dari kelompok Islam yang menebarkan paham keagamaan terindikasi radikal. Kelompok seperti inilah yang biasanya menyebarkan virus perpecahan, baik di tubuh Islam maupun masyarakat sebagai bangsa.

Kiai Mutawakkil mengungkapkan hal itu dalam acara penandatanganan nota kesepakatan atau MoU tentang Penanganan Konflik Sosial dan Ujaran Kebencian (Hate Speech) oleh Markas Besar Kepolisian RI dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). MoU dihadiri oleh Kepala Polri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. (Rof Maulana/Mahbib)