::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

PCINU Aljazair Hidupkan Tradisi NU di KBRI

Rabu, 30 November 2016 13:16 Internasional

Bagikan

PCINU Aljazair Hidupkan Tradisi NU di KBRI
Ketua PCINU Aljazair (peci hitam-kanan)
Aljir, NU Online
Menyebarkan Islam yang sejuk dan moderat adalah panggilan hidup warga Nahdliyin di manapun berada. Sebab hanya dengan kasih sayanglah nilai-nilai Aswaja dapat diterima oleh lapisan masyarakat dan bangsa manapun di dunia.

Demikianlah keyakinan KH Muhammad Toha, Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Aljazair ditemui saat  jamuan makan bersama antara KBRI setempat dan Hipsi, Selasa (29/11).

Pria murah senyum yang beristrikan orang Aljazair ini menceritakan di lingkungannya misi NU saat ini yang terpenting adalah memasyarakatkan Yasin dan Tahlil, terutama di lingkungan kedutaan RI di Aljazair. "Tiap dua minggu kita rutin baca Yasin dan Tahlil, jamaahnya ya dari kita-kita (staf diplomat), juga para pengusaha Indonesia yang ada proyek di sini,” ungkapnya.

Menurutnya, hal ini efektif untuk mengenalkan NU kepada para staf diplomat beserta keluarganya yang kebanyakan belum mengenal ormas Islam terbesar di Indonesia ini. "Sudah mulai ada kajian fiqih ala Aswaja yang pokok dan yang ringan dulu," imbuhnya.

Toha menyadari di Aljazair ia belum banyak berbuat dan berkhidmah untuk NU. Selain karena tugasnya sebagai diplomat, juga minimnya orang Indonesia yang tinggal di Aljazair baik sebagai pelajar maupun pekerja.

"Tapi saya bangga menerima amanah dari NU Indonesia. Saya juga optimis NU akan berkibar di negeri Aljazair," ujar pria asal Rembang yang sudah mengabdi lebih dari 20 tahun di KBRI.

Toha juga menambahkan bahwa perkembangan thariqoh di Aljazair cukup menggembirakan dan PCINU beberapa kali mendapat undangan dalam rangka Haul Syekh Abdul Qodir al-Jilani. "Pemimpin thariqah al-Qadariyah kawasan Afrika, Sayid Khusaini sangat intens berkomunikasi dengan kami, dan insyaallah harapan saya untuk menyambungkan ulama Indonesia dengan ulama di Aljazair dan sekitarnya dapat terwujud," pungkasnya. (Fatchurrahman/Mahbib)