::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Shalawat Rindu Bergema di Kampus UI

Jumat, 30 Desember 2016 15:37 Daerah

Bagikan

Shalawat Rindu Bergema di Kampus UI
Depok, NU Online
Kamis (29/12), ada pemandangan yang tidak biasa di Masjid Ukhuwah Islamiyah (UI) Universitas Indonesia. Sore itu Masjid UI dipenuhi orang-orang berkerudung dan berpeci di ruang utama. Dengan khidmat mereka melantunkan syair-syair pujian karya Syaikh Ja’far Al Barzanji.

Pada hari itu Masjid UI sedang menjadi tuan rumah acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan tajuk Sholawat Rindu. Acara ini diinisiasi oleh gabungan PMII UI, KMNU UI, Asyraaf UI, dan Matan UI.

Hadir dalam forum tersebut Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis, Ketua DKM Masjid Ukhuwah Islamiyah UI Muhammad Luthfi dan Ketua Umum PBNU ke-4 KH Hasyim Muzadi.

Dalam sambutannya, Muhammad Anis mengutip Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 56. Ia menggarisbawahi tiga poin penting yang terangkum dalam ayat tersebut, yakni Allah yang memberikan rahmat kepada Nabi, Malaikat yang memintakan ampun untuk Nabi, dan anjuran berdoa bagi orang mukmin agar mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

Anis berpesan kepada para hadirin untuk kembali mengingat pentingnya shalawat kepada Rasul. Selepas sambutan dari rektor UI, acara dilanjutkan dengan sesi mauidhah hasanah oleh KH Hasyim Muzadi.

Kiai Hasyim menekankan kepada para hadirin untuk memosisikan Rasulullah sebagai pusat teladan. Ia juga mengingatkan bahwa intelektualitas yang tinggi tak selalu diiringi kepekaan rohani yang rendah. (Daniel/Mahbib)