::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Rangkul Anak Muda dalam Perang Neocortex

Kamis, 12 Januari 2017 09:07 Daerah

Bagikan

Rangkul Anak Muda dalam Perang Neocortex
Pasuruan, NU Online
Radikalisme global yang telah menjadi ancaman nyata bagi tegaknya kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan sasaran utama anak muda negeri ini. Oleh karena itu, harus menjadi perhatian semua elemen anak bangsa.

Lakpesdam NU Kota Pasuruan, salah satu elemen yang peduli atas hal tersebut. Kepedulian tersebut dutunjukkan melalui workshop Deradikalisasi Agama dan Leadership Training Camp Kader Penggerak Aswaja angkatan 1 di Wisata Agro Wonosari Lawang  (6-7/1).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan komunitas anak muda di kota Pasuruan.

Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Waladi Imaduddin mengatakan bahwa agenda ini adalah sebagai upaya Lakpesdam NU Kota Pasuruan untuk merangkul anak muda di kota itu.

Sebab, kata dia, gerakan radikalisme agama menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Kelompok radikal dengan memanfaatkan berbagai sarana seperti sosial media harus dilawan mengingat pengguna sosial media kita adalah anak muda.

“Lebih dari itu anak muda kita juga diserang dengan tren dan gaya hidup yang tidak sesuai dengan norma agama dan norma sosial seperti narkoba dan pergaulan bebas yang dikampanyekan melalui berbagai media mereka,” terangnya.  

Acara itu dibuka Wakil Ketua Tandfidziyah PCNU Kota Pasuruan H. Muhammad Nailur Rahman. Gus Amak, panggilan akrabnya, mengatakan bahwa saat ini sebenarnya telah berada dalam medan perang yang sangat luar biasa yaitu perang neocortex.

Perang tersebut bukan peperangan fisik secara langsung, tapi merupakan perang pemikiran yang mempengaruhi pola pikir, gaya hidup bahkan keyakinan generasi kita.

Perang neocortex telah sukses menjauhkan anak muda kita dari ulama, dari tradisi luhur islam dan dari kecintaan pada negri kita. “Maka dari itu acara kader penggerak Aswaja dengan merangkul mahasiswa dan komunitas anak muda ini patut mendapatkan apresiasi yg tinggi sebagai bentuk perlawanan di medan perang neocortex,” pungkasnya.  

Setelah membaca Ikrar Santri Nusantara yang dipimpin Ketua Lakpesdam NU Kota Pasuruan Waladi Imaduddin, acara ditutup dengan bersama-sama menghadiri haul Gus Dur ke-7 di Tebuireng, Jombang. (Nain/Abdullah Alawi)