::: NU menyelenggarakan rukyat awal Ramadhan 1438 H pada Jumat, 26 Mei 2017 di berbagai daerah di Indonesia  ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Jangan Mudah Percaya Info Sudutkan NU

Kamis, 12 Januari 2017 10:03 Daerah

Bagikan

Jangan Mudah Percaya Info Sudutkan NU
Banser NU berlatih fisik
Sumedang, NU Online
Ketua PCNU Sumedang KH Sa'dulloh mengimbau agar berhati-hati dalam menyikapi beredarnya berita tidak benar atau informasi hoax. Sebab, membuat dan menyebarkan info seperti itu, menurut LBM PBNU, hukumnya haram.  

Menurut di, oleh karena itu, jangan mudah percaya jika ada berita baru, apalagi berita tersebut menyudutkan Nahdlatul Ulama.

“Periksalah dengan teliti sumber berita tersebut dengan benar sebelum disebarluaskan kepada orang lain,” katanya pada peringatan Maulid Nabi yang digelar Pimpinan Cabang IPPNU, Fatayat NU, dan Muslimat NU Kabupaten Sumedang di Masjid Agung Sumedang Ahad (8/1).

Zaman sekarang, lanjut KH Sa'dulloh, tidak bisa dielakkan lagi, kehidupan manusia selalu dihadapkan pada berbagai masalah, baik pribadi maupun sosial. Tidak ada kehidupan tanpa masalah, justru dengan berbagai masalah itulah manusia hidup.

Ia menambahkan, demikian juga yang dihadapi kaum muslimin dan masyarakat Islam. Berbagai masalah muncul di hadapan mereka untuk dihadapi dan diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Dalam menyelesaikan masalah ini, ada satu faktor kunci yang menjadi dasar pijakan, yaitu informasi.

Bagaimanapun, lanjutnya, seseorang mengambil keputusan berdasarkan kepada pengetahuan, dan pengetahuan bergantung kepada informasi yang sampai kepadanya.

“Jika informasi itu akurat, maka akan bisa diambil keputusan yang tepat. Sebaliknya, jika informasi itu tidak akurat akan mengakibatkan munculnya keputusan yang tidak tepat. Dan giliran selanjutnya, muncul kezaliman di tengah masyarakat,”  jelasnya.

Oleh karena itu, kehati-hatian dalam menyikapi sebuah masalah atau informasi harus kita lakukan. “Semoga warga NU di Sumedang tidak mudah terpengaruh oleh berita hoax yang sering beredar. Jika ada berita yang janggal tolong konsultasikan dengan para ajengan atau kiai yang ada di daerahnya masing-masing,” tutupnya.  (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)