::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Cak Lontong: Saya Kan Gusdurian

Kamis, 09 Februari 2017 19:30 Nasional

Bagikan

Cak Lontong: Saya Kan Gusdurian
Jakarta, NU Online
Pelawak Cak Lontong mengaku sebagai orang yang berpihak kepada KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada Muktamar NU Pondok Pesantren Cipasung pada 1994. Ia mengikuti peristiwa itu dari berita ketika dijegal menjadi Ketua Umum PBNU oleh kekuasaan Orde Baru yang mengusung Abu Hasan.   

“Zaman itu kan lagi rame-ramenya Gus Dur sama Orde Baru; penggemar Gus Dur mulai itu,” katanya kepada NU Online sebelum dia tampil pada peringatan Harlah NU yang berlangsung di PBNU, Jakarta, Selasa malam (31/1).  

Sekitar tahun 1994, pria bernama asli Lies Hartono itu masih berstatus mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Menurutnya, saat itu tidak ada mahasiswa yang berpihak pada pemerintah (Orba). 

“Kalau berpihak, berarti bukan mahasiswa, itu cari gelar. Kalau mahasiswa tidak ada tahun segitu yang senang Orde Baru, tak ada. Nah, Abu Hasan kan produknya Orde Baru. Dulu kan melihatnya begitu,” jelasnya. 

Ia mengaku memiliki ketertarikan kepada Gus Dur. Karena, secara kultur, ia dan Gus Dur sama-sama berasal dari Jawa Timur. 

“Kulturnya tidak jauh-jauh. Terus humornya juga, selera humornya luar biasa. Gus Dur itu lawaknya universal,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)