::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Bidik Kuliah di China, Pesantren Nuris Datangkan Mentor Mr Xiaopeng

Selasa, 21 Maret 2017 03:03 Pesantren

Bagikan

Bidik Kuliah di China, Pesantren Nuris Datangkan Mentor Mr Xiaopeng
Jember, NU Online
Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember terus membangun jaringan dengan sejumlah perguruan tinggi mancanegara. Setelah sukses mengirimkan santrinya ke Thailand, Singapore, Malaysia dan Taiwan untuk kuliah dengan beasiswa, kini pesantren yang terletak sekitar 5 kilometer ke arah utara kota Jember itu membidik China.

Untuk keperluan itu Nuris akan mendatangkan mentor langsung dari China Mr Xiaopeng.

Bahkan belum lama ini Mr Xiaopeng didatangkan ke Nuris untuk memperkenalkan situasi. Menurut Kepala Humas Yayasan Nurul Islam (Nuris) Jember Abdurrahman Fathoni, pembelajaran bahasa Mandarin wajib dilakukan bagi siswa yang berminat kuliah di China untuk memudahkan komunikasi di negeri tersebut.

"Demi meningkatkan persiapan anak didik kami untuk kuliah ke China, mereka setelah melaksanakan Ujian Nasional akan diintensifkan belajar bahasa dan tulisan Mandarin. Sehingga mereka dengan mudah berkomunikasi dan belajar di sana. China adalah negara yang disebut dalam hadits Rasulullah SAW, semoga mereka mampu mendapat syafaat dan kemudahan meraih cita-citanya," ucapnya kepada NU Online di Nuris, Sabtu (18/3).

Adalah Irfan Maulana Ahsan dan Abdul Wahab, yang beruntung mendapatkan kesempatan kuliah di negeri tirai bambu tersebut. Dua pelajar kelas XII IPA SMA Nuris itu berencana melanjutkan studi di Guilin University, China dengan konsentrasi jurusan teknik elektro. Untuk pendalaman bahasa Mandarin, keduanya akan menjalani karantina pada April hingga September 2017 di bawah bimbingan Mr Xiaopeng.

Irfan mengatakan bahwa kuliah di China memang menjadi impiannya. Selain karena disebut dalam hadits Nabi Muhammad SAW, China dalam beberapa tahun terakhir menjelma  sebagai kekuatan ekonomi baru yang produk-produk industrinya mampu bersaing dengan produk negara-negara raksasa.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pesantren Nuris  yang selalu mendukung kami untuk kuliah di kampus favorit di China. Semoga cita-cita kami tercapai dan mampu membawa nama baik Nuris hingga kancah Internasional. Amin," ucapnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)