::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Buku “Manifesto Cinta” Karya Kader PMII Dibedah di Solo

Senin, 17 April 2017 16:03 Daerah

Bagikan

Buku “Manifesto Cinta” Karya Kader PMII Dibedah di Solo
Solo, NU Online
Hujan deras yang mengguyur Kota Solo, Jumat (15/4) malam, tak menghentikan semangat sejumlah pemuda untuk tetap menyelenggarakan sebuah acara bedah buku. Dengan sabar mereka pun menunggu kedatangan para tamu.

Malam itu, di sebuah tempat bernama Cafebaca, rencananya mereka bakal membedah buku “Manifesto Cinta”, sebuah karya dari Joko Priyono, salah satu kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kentingan UNS.

Bedah buku ini sekaligus menjadi penanda genap satu tahun berdirinya “Akasavakya”, sebuah komunitas sastra yang digawangi anak-anak PMII UNS dan pegiat sastra lainnya.

Dalam sesi diskusi, Joko Priyono, sang penulis buku mengisahkan buku ini berisi mengenai kerangka berpikir bagaimana membangun cinta. “Bagaimana membangun cinta kepada Tuhan, kepada sesama manusia dan kepada alam semesta,” terang mahasiswa jurusan Fisika UNS tersebut.

Ditambahkan Joko, buku “Manifesto Cinta” ini menggunakan bahasa yang mudah untuk dipahami. “Masing-masing pembaca tentu diharapkan mengerti bagaimana cara memahami hakikat cinta itu,” ungkap Joko, yang mengagumi sosok Mahbub Djunaidi.

Sementara itu, narasumber lain, Yuditeha menjelaskan dua hal menarik yang ada pada buku tersebut. “Pertama, menggunakan judul yang unik. Kata manifesto selama ini sering dipakai pada ranah politik, kali ini diminta untuk menemani cinta. Kedua, profil penulis merupakan seorang mahasiswa Fisika. Kenyataan itu semakin membuat buku ini semakin menarik,” terang pria yang juga aktif dalam Komunitas Sastra Alit tersebut.

Acara bedah buku malam itu menjadi semakin syahdu, dengan diselingi beberapa penampilan puisi yang menarik dan apik. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)