::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

GP Ansor Lampung Undang Pelajar Jadi Masuk Perguruan Tinggi

Sabtu, 22 April 2017 04:02 Daerah

Bagikan

Bandar Lampung, NU Online 
Memperringati hari Lahir (Harlah) GP Ansor ke 83 tahun, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Lampung melalui Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Lampung mengundang pelajar di pulau Sumatera untuk menjadi mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

"Kami mengundang pelajar di Lampung pada khususnya dan pulau Sumatera pada umumnya untuk mengikuti Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) sebagai jalan masuk PTN melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN)," ujar Kasatkorwil Banser, Lampung Tatang Sumantri, di Blambangan Umpu, Jumat (21/4).

Program utama Yayasan Mata Air tersebut, demikian Tatang menambahkan, sudah meloloskan ribuan pelajar kurang mampu tapi berprestasi memasuki PTN. Secara rinci, angkanya mencapai 15.950 orang.

Para alumni BPUN tersebar di berbagai Perguruan Tinggi Negeri unggulan di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh November dan lain-lain.

BPUN Lampung akan digelar tepat pada Harlah Ansor ke 83 tahun, yakni 24 April 2017, di Pesantren Al Wustho, Podorejo, Rejo, Pringsewu asuhan KH Ahmad Nasihin. Informasi dan pendaftaran M Hidayat Rosihun di nomor 0856-5898-6748 selaku Koordinator Kesekretariatan dan Operasional BPUN Lampung 2017," kata dia lagi. 

Untuk mengikuti program filantropi edukasi atau pendidikan tersebut, peserta dikenakan biaya Rp300 ribu. Digunakan untuk konsumsi peserta sendiri selama karantina dua minggu di pesantren.

"Jika dihitung rata-rata makan sekali Rp10 ribu, sehari tiga kali Rp30 ribu. Maka selama 16 hari biaya konsumsi seharusnya dikeluarkan setiap peserta Rp480 ribu. Satkorwil Banser Lampung bersama panitia mensubidi kekurangan tersebut. Kami juga menggratiskan modul, tutor, kebutuhan tidur, listrik dan MCK," papar Tatang.

Manager BPUN Lampung Gatot Arifianto menambahkan, BPUN bertujuan mengantarkan sebanyak-banyaknya pelajar kuliah di PTN unggulan dengan program studi yang beragam.

Adapun tujuan khususnya untuk membekali calon mahasiswa dengan nilai dan karakter kebangsaan, keberagamaan yang inklusif serta nilai-nilai kepemimpinan.

Kemudian mempersiapkan generasi pemimpin yang multi-talenta, multi-disiplin ilmu dan mempunyai kepedulian sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan pendampingan.

Lantas membantu kelompok masyarakat kurang mampu yang berprestasi untuk dapat berkompetisi dengan kelompok masyarakat berkecukupan dalam bersaing memperebutkan kursi PTN.

"Pembelajaran BPUN mengkombinasikan model belajar tutorial, belajar mandiri, diskusi kelompok, belajar di dalam dan luar kelas. Selain materi akademik peserta juga akan menerima materi non-mata pelajaran seperti leadership, enterpreneurship, life skill keberagamaan yang toleran dan moderat," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan itu. (Erli Badra/Abdullah Alawi)