Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari

Jumat, 05 Mei 2017 21:13 Humor

Bagikan

Kala Gus Dur Beri Gelar ‘KH’ Sastrawan Ahmad Tohari
Pada tahun 1988, sastrawan Ahmad Tohari (AT) berada di Tanah Suci Mekkah bersama Gus Dur, Cak Nur, juga Prof Quraish Shihab. Bersama-sama mereka menunaikan ibadah haji. Di Masjidil Haram, usai melaksanakan Thawaf Wada', Gus Dur mendekati Pak AT, dan terjadilah percakapan.

"Ehmm, ehmm, Sampeyan sekarang sudah bergelar 'KH' ya, Kang?" Tutur Gus Dur, sambil mengulum senyum.

"Ah, bisa saja Sampeyan ini, Gus," timpal AT.

"Eh, Sampeyan jangan Ge-eR dulu!"

"Kenapa, Gus?"

"Gelar 'KH' buat Sampeyan itu bukan 'Kiai Haji', tapi 'Kang Haji'," seloroh Gus Dur, yang kemudian dilanjut tawa keduanya. (Wahyu Noerhadi)

*Kisah di atas diceritakan langsung oleh Pak AT ketika beliau sedang di Jakarta, sebelum menghadiri undangan dari Sekretaris Negara pada Selasa (3/05/2017).