::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

ABG Yogyakarta Dukung Pemerintah Bubarkan HTI

Sabtu, 27 Mei 2017 04:28 Daerah

Bagikan

ABG Yogyakarta Dukung Pemerintah Bubarkan HTI
Yogyakarta, NU Online  
Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai ormas yang mencita-citakan pendirian khilafah merupakan gerakan politik yang membahayakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gerakan politik HTI mengindikasikan menolak dasar negara Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945.

Menyikapi persoalan itu, berbagai elemen masyarakat Yogyakarta terdiri dari tokoh masyarakat dan pemuda dari Nadhatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Pemuda Nasionalis,  dan berbagai tokoh lintas agama mendeklarasikan Aliansi Bela Garuda (ABG). 

Tema diangkat dalam deklarasi berlangsung Jumat (26/5) itu ialah "Bela Garuda untuk Mewujudkan Ukhuwah Kebangsaan dan Kemanusiaan dalam Bingkai NKRI".

Presidium ABG, Abah Anang di Yogyakarta, menegaskan, mereka mendukung rencana pemerintah melakukan pembubaran HTI yang berpotensi destruktif dan melahirkan perpecahan dalamkehidupan berbangsa dan bernegara. 

ABG berpandangan Pancasila sebagai dasar negara merupakan konsensus final sebagai landasan dan pengikat kehidupan berbangsa dan bernegara

"ABG mendorong pembubaran gerakan organisasi politik yang mengatasnamakan Islam untuk mewujudkan kepentingan kelompoknya. Perlu adanya pendidikan kritis masyarakat luas untuk dapat membedakan antara gerakan politik yang membahayakan keberadaan NKRI  dengan dakwah Islam yang rahmatin lil alamin," ujar Anang lagi.

ABG sebagai gerakan lintas organisasi masyarakat mendukung penuh upaya pembubaran HTI untuk menyelamatkan NKRI dengan mewujudkan ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah bashariyah.

Oleh karena itu, kata Anang melanjutkan, ABG  menyatakan empat sikap, pertama, menolak HTI dan mendukung pembubaran HTI oleh pemerintah sebagai gerakan politik yang mengancam Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Kedua, mendorong pemerintah dan berbagai elemen bangsa mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan berpegang pada ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah  dan ukhuwah basyariah sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. 

ABG mendorong lembaga pendidikan dan lembaga dakwah mengembangkan pendidikan Islam Rahmatan lil alamin melalui kurikulum sekolah dalam bentuk pendidikan nilai budi pekerti, pengajaran akhlak dalam bingkai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan dan keadilan sosial. 

"Kami mendorong pemerintah melakukan pembersihan birokrasi di semua level lembaga pemerintahan dan pendidikan dari berbagai anasir-anasir HTI yang menimbulkan perpecahan agama, suku dan golongan," ujar Anang. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)