::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tangkal Radikalisme, Ansor Lebak Gelar Sanlat Kebangsaan

Ahad, 18 Juni 2017 08:31 Daerah

Bagikan

Tangkal Radikalisme, Ansor Lebak Gelar Sanlat Kebangsaan
Lebak, NU Online
Khawatir kian menguatnya gerakan radikal di berbagai daerah yang berpotensi mengganggu keutuhan NKRI, terutama di wilayah Banten, PC GP Ansor Kabupaten Lebak menggelar Pesantren Kilat (Sanlat) Kebangsaan, selama Ramadhan 1438 H. 

Sesuai rencana, Sanlat Kebangsaan ini akan dilaksanakan secara bergiliran di 28 kecamatan di Kab. Lebak. Hingga saat ini, kegiatan ini telah dilaksanakan di beberapa kecamatan, seperti Kec. Cikulur, Kec. Cipanas, Kec. Maja, Kec. Cimarga, Kec. Lebak Gedong dan lain sebagainya.

“Memang hingga kini belum semua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor  di seluruh kecamatan melaksanakannya. Namun akan terus berjalan secara bergiliran hingga Ramadhan berakhir. Mudah-mudahan nanti semua PAC bisa menggelarnya,” ujar Ketua PC GP Ansor Kab. Lebak, Ade Bujhaerimi.

Dikatakan Ade, Sanlat Kebangsaan ini sengaja diselenggarakan sebagai upaya serius dari Gerakan Pemuda Ansor untuk menangkal paham dan gerakan radikal, intoleran, anti Pancasila, di kalangan generasi muda. 

“Dengan berbagai problematika yang dihadapi, generasi muda rawan disusupi paham radikal. Karena itu, yang menjadi sasaran utama Sanlat Kebangsaan ini ratusan siswa, mahasiswa dan santri pondok pesantren,” ujarnya. 
 
Setiap kegiatan yang diselenggarakan, materi disampaikan oleh Camat, TNI, Polri dan tokoh NU/masyarakat. Bahkan terkadang menghadirkan pemateri dari kalangan kampus yang kompeten di bidangnya

Adapun materi utama yang disajikan terkait urgensi Pancasila bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, pentingnya mempertahankan NKRI, pentingnya menghargai perbedaan atau toleransi, bahaya paham radikal bagi keberlangsungan kesatuan dan persatuan dan sebagainya.

“Kita juga memberikan materi tentang Ahlus Sunnah wa al-Jamaah (Aswaja) al-Nahdhiyyah atau ke-NU-an, supaya peserta memahami peran penting NU bagi NKRI ini,” ujar Ade. 

“Harapannya, kegiatan ini akan membangkitkan nilai-nilai Pacasila, kecintaan pada tanah air dan kepedulian pada masa depan NKRI di kalangan generasi muda saat ini, sehingga bisa mengikis potensi munculnya radikalisme di kalangan mereka,” sambungnya.

Buka Puasa Bersama menjadi penutup Sanlat Kebangsaan. Dan untuk tindak lanjut, rencananya seusai lebaran akan diselanggarakan Dialog Kebangsaan dan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Red: Mukafi Niam