::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Alhamdulillah, Empat Belas Tahun NU Online Menyapa Warga

Jumat, 14 Juli 2017 15:00 Risalah Redaksi

Bagikan

Alhamdulillah, Empat Belas Tahun NU Online Menyapa Warga
Syukur alhamdulillah kami ucapkan karena dalam minggu ini, tepatnya pada Selasa, 11 Juli 2017, NU Online telah mencapai usia 14 tahun. Situs resmi PBNU ini diluncurkan pada 11 Juli 2003 lalu saat infrastruktur internet masih belum memadai. Tetapi dengan visi yang jauh ke depan, NU Online bisa belajar lebih awal dan saat semakin banyak masyarakat yang mampu mengakses internet, situs resmi Nahdlatul Ulama ini bisa menyediakan informasi ke-NU-an dan keislaman dengan baik dan mudah diakses dari mana saja.

Dari jumlah pengakses yang diukur dari peringkat alexa, NU Online berada dalam posisi terbaik di antara situs-situs ormas Islam lainnya. Tentu hal ini tentu berkat kerja keras para kru dan karena adanya kerja sama yang baik dari para pemangku kepentingan yang bahu-membahu bekerja sesuai dengan kapasitasnya. Peran besar telah diberikan oleh para kontributor dari berbagai daerah yang mengabarkan aktivitas NU di daerahnya masing-masing sehingga bisa tersaji kepada masyarakat luas.

NU Online juga berusaha memfasilitasi warga NU yang ingin berkhidmah. Karena itu, kami membentu Komunitas Desain (KoDe), dan Penulis Keislaman. Ada banyak warga NU yang ingin mengabdikan sebagian hidupnya sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Di sisi lain, NU juga membutuhkan peran-peran para relawan untuk menjalankan program dan kegiatan NU. NU Online menjadi fasilitator dengan memberi ruang bagi masyarakat untuk berekspresi, khususnya dalam bidang media siber.

Apa yang dicapai saat ini tentunya harus disyukuri. Membuat sebuah website saat ini menjadi hal yang sangat gampang. Tetapi yang susah adalah bagaimana merawat dan mempertahankannya. Banyak sekali situs yang bertumbangan, baik yang komersial maupun yang nonkomersial. Bagi lembaga atau ormas, yang kerap terjadi adalah ganti kepengurusan ganti situs baru. Ini tentu menjadi keprihatinan karena memulai sesuatu yang baru berarti harus belajar dari awal lagi. Sebuah keterampilan atau keahlian, dicapai melalui proses yang panjang. Seorang yang dianggap master pasti telah menekuni bidangnya selama puluhan tahun. Tak bisa hanya menggeluti satu bidang selama satu atau dua tahun kemudian dianggap ahli. Akumulasi pengetahuan dan keahlian yang dijalani selama bertahun-tahun ini juga menjadi salah satu ini membuat NU Online bisa terus meningkatkan kapasitasnya.

Tantangan eksternal saat ini yang perlu mendapat perhatian serius. Berkembangnya media sosial dan mudahnya membuat laman menjadikan banyak informasi di dunia maya berisi hoaks, provokasi, fitnah, dan hal-hal lain yang menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Hubungan pertemanan jadi renggang gara-gara media sosial. Masyarakat jadi gaduh juga karena media sosial.    

Dengan situasi seperti ini, NU Online memiliki tugas untuk memproduksi informasi yang bukan saja akurat, tetapi harus mendamaikan dan menyejukkan. Banyak situs yang mengandalkan berita-berita provokatif untuk menarik pengunjung tanpa peduli soal pengaruhnya kepada masyarakat. Jika NU Online turut serta dalam gaya pemberitaan seperti itu, maka kami tidak ada bedanya dengan situs-situs tersebut. Bahkan, sangat disayangkan situs-situs penyebar kebencian dan hoaks itu di antaranya ada yang menggunakan identitas Islam.

NU Online memiliki kewajiban untuk mengisi dunia maya dengan konten-konten keislaman. Jika intenet diisi dengan materi yang tidak menyejukkan atau sempit dalam pemahaman agama, yang kemudian menjadi rujukan masyarakat dalam sikap keagamaannya. Hal ini berbahaya bagi harmoni kehidupan keagamaan di masa yang akan datang. Generasi millenial mencari beragam informasi dari internet, termasuk informasi keagamaan. Jika informasi yang mereka akses dapat tidak mencerminkan ajaran Islam yang ramah, maka Indonesia rentan menjadi lahan subur radikalisme.

Tentu saja, upaya untuk mengampanyekan Islam yang damai di internet tidak dapat dijalani oleh NU Online sendiri. Sinergi dengan web-web keislaman lainnya yang memiliki visi yang sama. Ibarat lidi, jika digabungkan, bisa menjadi sebuah sapu yang kuat yang membersihkan berbagai macam kotoran. Sinergi terutama bisa dilakukan dalam kerja sama konten. Konten yang berkualitas dari jejaring website Islam moderat bisa disebarkan oleh web lain agar jangkauan pembacanya lebih luas. Tetapi juga tidak menutup kerja sama lain seperti upaya peningkatan kualitas penulis dan wartawan atau dalam hal penggalian dana.

Untuk bisa bertumbuh dan berkembang, website Islam moderat harus dikelola dengan tata kelola yang baik. Tidak berarti semuanya harus profesional dalam arti para pengelolanya dibayar. Dalam hal ini, yang penting adalah masing-masing memiliki tanggung jawab yang jelas. Terdapat perencanaan yang baik, pelaksanaan kegiatan sampai dengan evaluasi. Dengan sistem yang baik, maka organisasi media akan berjalan dengan baik. NU Online juga berusaha terus meningkatkan tata kelolanya agar lebih baik, dan bersama-sama dengan media Islam moderat lainnya, mengampanyekan Islam damai di Indonesia. (Ahmad Mukafi iam)