: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

NU Rancang Sistem untuk Perekonomian Warga

Selasa, 03 Oktober 2017 17:35 Nasional

Bagikan

NU Rancang Sistem untuk Perekonomian Warga
Ketum PBNU Kiai Said Aqil Siroj di Ansor Mart
Jakarta, NU Online 
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama merancang sistem dalam upaya menggerakkan ekonomi warga NU agar mereka merasakan manfaatnya tidak hanya dari sisi keaagamaan dan pendidikan, tapi perekonomian, bahkan kesehatan.

Wakil Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama H. Zainal Effendi mengatakan, PBNU menyadari potensi ekonomi yang dikembangkan banom dan lembaga serta warga NU sendiri. 

Menurut dia, hal itu hingga saat ini terus berjalan, tapi masih sendiri-sendiri. Belum terkoordinasi dengan baik dan bergerak secara masif sehingga hasilnya belum memuaskan dan manfaatnya belum dirasakan warga NU secara keseluruhan.  

“Selain aktivitas organisasi, mereka juga memiliki aktivitas ekonomi, misalnya percetakan Ma’arif. LKK menyediakan alat kesehatan. LAZISNU menggalang dana untuk fakir miskin dan bantuan-bantuan kemanusiaan,” katanya pada Focus Group Discussion (FGD) di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (3/10). 

Aktivitas-aktivitas itu, lanjutnya, perlu adanya sinkronisasi dan sinergi. Itu yang pertama. Kedua, perlu data valid, identifikasi potensi warga NU yang dikembangkan masing-masing lembaga dan banom.

“Setelah itu, perlu adanya bendera bersama yang mengatur sistemnya, lalu bekerja optimal,” lanjutnya sembari mengatakan, bahwa hasil FGD itu akan digodok di Konferensi Besar NU yang akan berlangsung di Lombok, Nusa Tenggara Barat, November mendatang.

Dengan upaya semacam itu, ia berharap, ke depan aktivitas perekonomian NU bisa dirasakan dampak positifnya oleh warga NU khususnya, warga negara Indonesia pada umumnya.

“Menjadi warga NU ke depan harus dirasakan pada aspek ekonom, kesejahteraan ekonomi,” tegasnnya.  

Pada FGD itu disepakati LPNU sebagai motor penggerak sistem yang dibangun itu. (Abdullah Alawi)