::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kenikmatan Dunia Jangan Sampai Lupakan Beribadah

Ahad, 08 Oktober 2017 14:23 Daerah

Bagikan

Kenikmatan Dunia Jangan Sampai Lupakan Beribadah
Pringsewu, NU Online
Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi mengingatkan bahwa keberadaan manusia di dunia ini sementara. Dunia adalah daarul ibadah (tempat untuk beribadah). Manusia harus mampu mengelola waktu untuk beribadah.

"Segala kenikmatan dunia ini jangan membuat angan-angan kita lupa akan tugas utama, beribadah," terangnya kepada jamaah Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) saat mengupas Tafsir Al-Qur’an surat At-Takatsur, Ahad (8/10).

Ia mengingatkan, jangan sampai kita menyesal karena tidak memanfaatkan hidup untuk beribadah. 

"Hidup itu seperti memasuki gua yang di dalamnya gelap dan keluar membawa sesuatu dari dalamnya. Yang membawa hasil banyak akan menyesal, yang sedikit, menyesal. Apalagi yang tidak membawa sama sekali. Pasti akan sangat menyesal," ujarnya sambil menjelaskan bahwa yang dibawa adalah buah ibadah.

Oleh karenanya, ia mengajak kepada seluruh umat Islam untuk meningkatkan amal ibadah baik yang sunnah ataupun yang wajib. Karena semakin banyak beribadah maka akan semakin banyak bekal yang akan didapat untuk menghadap Allah SWT.

Pada kesempatan tersebut, ia juga merasa prihatin terhadap beberapa kelompok yang saat ini cenderung menyalahkan amaliyah yang dijalankan di tengah masyarakat. Padahal itu memiliki dasar yang kuat.

Ia mencontohkan bahwa saat ini ada kelompok yang melarang ziarah kubur. Padahal perintah ziarah kubur langsung datang dari Rasulullah.

"Ziarah ubur adalah termasuk obat yang mujarab untuk mengobati hati yang keras untuk beribadah dan susah untuk menerima kebenaran dari orang lain. Ziarah qubur mengingatkan kepada kita tentang kematian dan akhirat," jelasnya.

Walaupun ziaraha kubur sempat dilarang Rasulullah, tapi pada akhirnya diperintahkan dalam rangka mengingat akan kematian. 

"Ada kaidah fiqh, kalau ada larangan sesudahnya diikuti perintah, maka hal tersebut dibolehkan," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)