::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gangguan Mental di Mediterania Timur Meningkat, Palestina Terparah

Rabu, 11 Oktober 2017 09:30 Internasional

Bagikan

Gangguan Mental di Mediterania Timur Meningkat, Palestina Terparah
Ilustrasi (© Reuters)
Dubai, NU Online
Sebuah penelitian mengungkapkan, negara-negara Mediterania Timur sedang berjuang di bawah beban masalah kesehatan mental. Dalam hal ini Palestina merupakan negara yang paling parah terkena dampak di wilayah ini.

Mediterania Timur adalah sebutan bagi tanah atau negara yang terletak di sebelah timur atau sekitar timur Laut Mediterania. Selain Palestina, yang masuk dalam lingkup ini adalah Israel, Yordania, Lebanon, Siprus, dan Suriah.

Seperti dilansir Al Arabiya, sebuah hasil studi berjudul The Burden of Mental Disorders in the Eastern Mediterranean Region 1990-2013 yang terbit baru-baru ini menemukan bahwa beban kesehatan mental di sebagian besar negara di wilayah Mediterania Timur lebih tinggi daripada rata-rata global.

Beban gangguan mental di kawasan tersebut meningkat sebesar 10,8 persen dari tahun 1990 sampai 2013, sementara secara global meningkat sebesar 5,5 persen.

Studi tersebut memperkirakan bahwa 54,4 persen anak laki-laki Palestina dan 46,5 persen gadis Palestina berusia antara 6-12 tahun menderita gangguan emosional dan perilaku. Lazimnya, gangguan mental dalam kurun 12 bulan berkisar antara 11 dan 40,1 persen.

Dr Ali Mokdad, direktur Middle Eastern Initiatives at Institute for Health Metrics and Evaluation, University of Washington Universitas Washington, adalah penulis senior penelitian ini.

Ia menjelaskan, secara historis kawasan Mediterania merupakan daerah konflik. Riset digelar dalam rangka mengungkap perkembangan terakhir kesehatan mental sebagai dampak terbaru dari musim semi Arab. (Red: Mahbib)