::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Presiden Sering ke Pesantren, DPR RI: Perhatikan Kesehatan Santri!

Kamis, 12 Oktober 2017 19:44 Nasional

Bagikan

Presiden Sering ke Pesantren, DPR RI: Perhatikan Kesehatan Santri!
Jakarta, NU Online 
Anggota Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafiroh meminta Kemenkes RI serius dalam memperhatikan kualitas kesehatan para santri. Menurut dia, sudah seharusnya santri mendapatkan fasilitas kesehatan yang memadai.

“Sejak awal duduk di Komisi IX, saya sudah mengingatkan Kemenkes akan kewajibannya memperhatikan kesehatan para santri. Tetapi Kemenkes abai terhadap hal ini. Sampai sekarang belum ada alokasi anggaran untuk pusat kesehatan santri,” tegasnya, di Jakarta, Kamis (12/10) melalui siaran pers. 

Perlu diketahui, Kemenag mencatat kurang lebih ada 23.000 pesantren di Indonesia, belum lagi yang tidak terdata. Pesantren-pesantren itu tersebar di seluruh pelosok penjuru Indonesia.

Namun, biasanya, pesantren terletak jauh dari fasilitas kesehatan pemerintah. Oleh karenanya pesantren sangat butuh pusat kesehatan santri dan alat-alat penunjangnya seperti ambulans. 

“Bayangkan, ada pesantren yang memiliki santri 6000. Jumlah itu sudah seperti penduduk satu desa. Dan tidak ada dana dari pemerintah untuk kesehatan santri. Kalau disuruh pengasuhnya menanggung, lalu apa fungsi pemerintah?” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo sering datang ke pesantren, tetapi abai terhadap persoalan-persoalan pesantren. 

“Pesantren jangan jadi bemper saja,” terang politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. 

Realitasnya, santri dalam satu pesantren adalah imaji satu bangsa, bangsa Indonesia, beraneka suku , kelas, ada dalam satu pesantren. Pemerintah sudah sebaiknya tidak terus menerus beretorika memihak santri. Sudah saatnya mewujudkan janji dengan program nyata. (Red: Abdullah Alawi)