::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sekjen PBNU Ajak Syechermania Baca 1 Miliar Shalawat Nariyah

Senin, 16 Oktober 2017 10:30 Nasional

Bagikan

Sekjen PBNU Ajak Syechermania Baca 1 Miliar Shalawat Nariyah
H A Helmy Faishal Zaini (dua dari kiri)
Surakarta, NU Online
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H A Helmy Faishal Zaini mengajak ribuan Syechermania, sebutan untuk pencinta Habib Syech, berpartisipasi dalam agenda pembacaan satu miliar Shalawat Nariyah guna memperingati Hari Santri Nasional. Shalawat Nariyah akan dibaca serentak pada Sabtu malam, 21 Oktober 2017.

"Bulan ini (Oktober) bulan keramat karena 22 oktober kita akan memperingati hari santri. PBNU membuat rangkaian acara salah satunya pembacaan satu miliar shalawat nariyah," ujarnya saat hadir dalam acara shalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir dalam rangka memperingati hari santri di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (14/10) malam.

Satu miliar, lanjutnya ini sudah dibagi habis ke seluruh jajaran pengurus NU dari Sabang sampai Merauke. Ia menambahkan, PBNU membuat sistem per paket di mana satu paket 4444 kali baca.

"Bapak/ibu bisa ikut di masjid-masjid, majelis shalawat, struktur NU mulai ranting, cabang dan wilayah. Bisa juga baca di rumah masing-masing Sabtu (21/10) ba'da isya, target kita satu miliar," imbuh Helmy.

Sementara Habib Syech mengatakan, tahun lalu di Banjarmasin ia memimpin pembacaan Shalawat Nariyah saat acara shalawatan. "Saya pimpin sendiri masing-masing jamaah 10 kali baca Shalawat Nariyah waktu itu karena ribuan yang hadir," tutur Pemimpin Majelis Ahbabul Mushtofa ini.

Ribuan jamaah membanjiri lokasi Solo Bershalawat di depan Balai Kota Surakarta. Lantunan syiir dan shalawat bergema, mulai dari “Kisah Sang Rasul”, “Demi Waktu”, hingga “Padang Bulan” disenandungkan, tidak ketinggalan “Ya Lal Wathon” dan “Syiir Nahdlatul Ulama”. (Red: Mahbib)