::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Santri se-Nusantara Hadiri Kopdarnas di Bandung

Kamis, 19 Oktober 2017 22:22 Nasional

Bagikan

Santri se-Nusantara Hadiri Kopdarnas di Bandung
Bandung, NU Online
Para santri dari berbagai daerah di Indonesia hadiri acara Kopdarnas (Kopi Darat Nasional) ke-3 AISNU yang digelar di Ponpes Baitul Arqom Bandung, Kamis (19/10).

Kopdarnas yang bertemakan Santri Milenial di Era Media Sosial ini dihadiri lebih dari 150 santri, yang kesemuanya merupakan anggota dari AISNU (Arus Informasi Santri  Nusantara). Mereka berasal dari berbagai pesantren seperti Tebuireng, Denanyar, Krapyak, Gedongan, Paculgowang, dan beberapa pesantren di luar Jawa.

"Alhamdulillah, terdata ada lebih dari 150 santri yang hadir. Dan meskipun belum lama terbentuk, Jawa Barat menjadi tuan rumah Kopdarnas ketiga. Kami dari regional Jawa Barat senang dan berterima kasih sekali," jelas Tubagus Saiful Rizal selaku ketua pelaksana Kopdarnas ke-3 AIS Nusantara.

Pimpinan Ma'had Baitul Arqom, KH Najib Muhammad Yusuf, membuka acara serta menyambut baik acara yang digelar oleh para santri ini.

"Tanpa pikir panjang, langsung kami sambut dan sepakati; Baitul Arqom menjadi tuan rumah dari Kopdarnas ketiga AIS. Ini menjadi suatu keberkahan, kehormatan bagi kami di Baitul Arqom. Di sini kita semua menjalin ukhuwah, silaturahmi. Dari dunia maya ke tatap muka," tutur Kiai Najib.

Sementara itu, Pembina AIS Nusantata Romzi Ahmad, memaparkan bahwa saat ini AIS terdapat di sembilan regional.

"Ada di Jatim, Jateng, Yogya, Jabar Lampung, Aceh, Kalbar, Kalsel, Sulsel. Dan kenapa kami menyelenggarakan Kopdarnas ketiga ini di Jabar. Karena memang harus, karena Jabar punya tugas besar. Harus kita pahami pula bersama bahwa Nahdlatul Ulama tidak hanya kuat di Jatim dan Jateng saja, tapi juga ada di Jabar," paparnya.

Romzi menegaskan bahwa misi dari AIS Nusantara adalah digitalisasi dakwah pondok pesantren.
"Bersama AIS, kita tebarkan Islam yang ramah bukan Islam yang marah; Islam yang merangkul bukan Islam yang memukul. Dengan AIS, santri harus berkarya," tandas Romzi yang juga merupakan alumni dari pesantren Gedongan.

Kopdarnas sebelumnya digelar di Yogyakarta dan Malang. Kopdarnas di Bandung ini digelar selama tiga hari, sampai Sabtu (21/10) ini, menghadirkan beberapa narasumber, di antaranya: Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung), Helmy Faishal Zaini (Sekjen PBNU), dan Savic Ali (Direktur NU Online). [Wahyu Noerhadi/Mukafi Niam]