::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Stanting Sebabkan Suramnya Masa Depan Bangsa

Selasa, 14 November 2017 22:00 Nasional

Bagikan

Stanting Sebabkan Suramnya Masa Depan Bangsa
Jakarta, NU Online
Rais Syuriyah PBNU KH. Ahmad Ishomuddin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan jihad melawan stanting. Ajakan itu ia sampaikan saat menjadi pembicara pada Dialog Nasional Lintas Agama Cegah Stanting di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (14/11).


"Para suami sayangi isteri sendiri dengan penuh tanggung jawab memberikan nafkah halal yang cukup dan makanan tambahan bergizi saat ia hamil. Orangtua segera wajib mencegah anaknya dari stanting karena jika telah terjadi tidak ada obatnya," kata pria yang akrab disapa Gus Ishom ini.

Stanting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah anak lahir, tetapi stanting baru terlihat setelah anak berusia dua tahun.

Lebih lanjut Gus Ishom menjelaskan bahwa menurut hasil penelitian, anak yang terkena stanting tidak memiliki masa depan yang baik karena biasanya dalam segala sisi, terutama kecerdasannya, berkualitas rendah. 

"Apabila angka stanting meningkat maka jelas berpengaruh negatif terhadap masa depan bangsa," ujarnya.

Ia mengajak para tokoh lintas agama bekerjasama dalam hal-hal yang disepakati seperti pentingnya mencegah stanting, dan saling menghormati dalam hal-hal yang 'terpaksa' berbeda.
 
Selanjutnya khusus kepada pemerintah, Gus Ishom menilai perlu adanya kampanye nasional yang berfokus pada pemahaman, perubahan perilaku, komitmen politik dan akuntabilitas.

"Pemerintah harus lebih serius mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan ketahanan pangan dan gizi. Tindakan pemerintah atas rakyat harus mengacu kepada kemaslahatan rakyat," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).