::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pameran Pendidikan Islam Internasional Digelar di Indonesia

Rabu, 15 November 2017 15:27 Nasional

Bagikan

Pameran Pendidikan Islam Internasional Digelar di Indonesia
Jakarta, NU Online
Pendidikan Islam di Indonesia merupakan yang terbesar di dunia. Bukan hanya persoalan khazanah pengkajian dan prestasi yang telah ditorehkan, tetapi juga memiliki lembaga pendidikan terbanyak dari seluruh tingkatan.

Alasan mendasar itulah yang menjadi salah satu poin penting Kementerian Agama RI untuk melaksanakan Pameran Pendidikan Islam Internasional (International Islamic Education Expo-IIEE) pada 21-24 November 2017 di International Conference Exhibition (ICE)-BSD City Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Kegiatan yang mengangkat tema Indonesian Islamic Education for Global Peace ini menurut Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam Kamaruddin Amin menjadi ajang penting untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Pendidikan Islam di Indonesia adalah kaya, mempunyai banyak kekhasan, dan berkontribusi bagi perdamaian global.

“Ini salah satu upaya mempromosikan pendidikan Islam di Indonesia yang memiliki banyak distingsi atau kekhasan ke dunia internasional bahwa khazanah keilmuan Islam di Indonesia juga tidak kalah dengan negara-negara maju,” ujar Kamaruddin Amin dalam konferensi pers, Rabu (15/11) di Kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng, Jakarta.

Kamaruddin tidak memungkiri, masyarakat dunia tak terkecuali Indonesia masih memandang Arab maupun Barat sebagai destinasi atau tujuan untuk melakukan studi Islam.

“Selama ini studi Islam banyak berkiblat ke Arab dan Barat karena mereka terlebih dahulu mengembangkannya. Tetapi dari sisi konsep dan mutu Indonesia berani dibandingkan,” ujar Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam M. Isom Yusqi.

Saat ini di Indonesia terdapat 600 pendidikan tinggi Islam, 75.000 madrasah tingkat menengah, dan 28.000 pesantren. Jumlah tersebut yang menurut Kamaruddin menjadikan Indonesia merupakan negara dengan jumlah lembaga pendidikan Islam terbesar di dunia.

Selain memamerkan berbagai kekhasan pendidikan Islam, IIEE 2017 ini juga membuka layanan beasiswa, layanan pencatatan hak kekayaan intelektual, pameran robotik dan teknologi karya siswa dan mahasiswa pendidikan Islam, serta berbagai produk lain.

Pameran ini juga akan menggelar beberapa forum internasional seperti Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS), Deklarasi Jakarta, Apresiasi Pendidikan Islam (API), seminar internasional tentang studi pesantren, dan kompetisi robotik madrasah.

Pameran ini juga turut dihadiri sejumlah kampus atau universitas terkemuka dunia sehingga kegiatan ini akan menjadi rujukan utama para pencari studi Islam. (Fathoni)