::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kunjungi Bangladesh, Paus Fransiskus Bela Muslim Rohingya

Sabtu, 02 Desember 2017 07:34 Internasional

Bagikan

Kunjungi Bangladesh, Paus Fransiskus Bela Muslim Rohingya
Paus Fransiskus (© Reuters)
Dhaka, NU Online
Paus Fransiskus memberikan dukungan moral kepada Muslim Rohingnya yang mengungsi dari Negara Bagian Rakhine ke Bangladesh. Ia mendesak dunia internasional untuk memberikan perhatian lebih kepada para korban kekerasan militer ini. Demikian dilaporkan Reuters.

Dukungan tersebut ia sampaikan saat mengunjungi Muslim Rohingya di Bangladesh, Jumat kemarin. Sebelumnya ia datang ke Myanmar dan menemui pimpinannya Aung San Suu Kyi dan Jendral Senior Min Aung Hlaing. Jika di Myanmar sang paus menghindari kata "Rohingya" lantaran tabu bagi pemerintah dan mayoritas warga setempat, maka di Bangladesh Paus Fransiskus mulai menyapa pengungsi dengan kata itu.


Pertemuan dengan para pengungsi Rohingya berlangsung pada pertemuan damai antaragama pada hari pertamanya di Bangladesh. Dalam kesempatan itu, Fransiskus mendengarkan curhatan para pengungsi bahwa desa-desa merekadibakar, anggota mereka dibunuh, dan perempuan diperkosa.

Paus menyerukan tindakan tegas untuk menyelesaikan persoalan politik yang menjadi akar krisis pengungsi Rohingya. Ia juga mendesak negara-negara lain untuk membantu pemerintah Bangladesh dalam mengatasi permasalahan ini.

Tahun dari Vatikan, Paus dua kali membela nama Rohingya. Ia pernah mengatakan bahwa "Orang-orang Rohingya telah disiksa, dibunuh, hanya karena mereka ingin menjalankan budaya dan kepercayaan Muslim mereka."

Sebuah laporan yang dikeluarkan kantor hak asasi manusia PBB menyatakan, serangan terhadap Rohingya di Myanmar menunjukkan adanya strategi untuk menanamkan ketakutan dan trauma yang meluas dan mencegah mereka untuk kembali ke rumah mereka. (Red: Mahbib)