::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Mensos Khofifah Minta Relawan Bencana Perkuat Layanan Psikososial

Jumat, 08 Desember 2017 12:32 Nasional

Bagikan

Mensos Khofifah Minta Relawan Bencana Perkuat Layanan Psikososial
Malang, NU Online
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh relawan bencana memperkuat layanan psikososial bagi para korban bencana. Dia berharap relawan juga ikut membantu memberikan layanan dukungan psikososial kepada korban bencana. 

Khofifah menerangkan, Kemensos memiliki tanggung jawab dalam upaya penanggulangan bencana pada cluster pengungsian, logistik dan layanan psikososial. Saat ini Kemensos memiliki pusat unggulan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang berpusat di STKS Bandung.

Jika ada relawan yang berminat mengembangkan kapasitas LDP, Khofifah mempersilahkan menggunakan Tagana Training Center di Sentul, Bogor. 

LDP sendiri, lanjut dia, merupakan layanan psikososial dasar kepada korban bencana yang mengalami trauma agar segera dapat keluar dari kondisi traumatik dan dapat segera kembali termotivasi hidupnya. Tugas tim LDP memberikan trauma healing dan konseling kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, difabel, dan ibu hamil.

"Mereka (pengungsi-red) tidak cukup hanya ditenangkan dari rasa panik, tetapi juga membangun ketenangan rohaniah. Harapannya, terapi psikososial yang berbasis spiritualitas ini akan memberikan dampak lebih kuat dan berjangka panjang," katanya pekan lalu.

Khofifah lantas menceritakan akibat yang ditimbulkan oleh siklon tropis yang terjadi di Indonesia baru-baru ini. Hujan dengan intensitas tinggi dengan kekuatan angin pada saat bersamaan mengakibatkan terjadinya banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah, terutama di Provinsi DI Yogyakarta dan Pacitan. 

Menurut Khofifah, kejadian ini harus menjadi bagian dari pembelajaran dan pengalaman bersama terkait kondisi alam Indonesia. Perubahan iklim global bisa berdampak pada makin kuatnya cuaca ekstrim, untuk itu harus disiapkan berbagai langkah antisipasi dan mitigasi bencana sekaligus mitigasi dampak bencananya secara detail.

Dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia menurut BNPB terdapat 323 kabupaten/kota yang berisiko tinggi terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam.

Secara khusus, Khofifah meminta para relawan untuk maksimal dalam memberikan pertolongan kepada korban bencana alam tanpa melihat latar belakang suku, agama, ras, dan perbedaan-perbedaan lainnya. (Red: Fathoni)