: UNU Jogja adalah perguruan tinggi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem blok pada semua program studi daftar sekarang di www.pmb.unu-jogja.ac.id atau 0822 3344 9331 :: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Alissa Wahid: Gus Dur Lebih Senang Ditertawakan daripada Dipuji

Jumat, 29 Desember 2017 10:01 Nasional

Bagikan

Alissa Wahid: Gus Dur Lebih Senang Ditertawakan daripada Dipuji
Alissa Wahid di Haul ke-8 Gus Dur di Jombang. (Foto: TV9).
Jombang, NU Online
Putri sulung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid mengatakan bahwa Gus Dur lebih senang ditertawakan daripada dipuja-puja. 

"Kita di sini bukan untuk memuji-muji Gus Dur. Beliau lebih senang ditertawakan dari pada dipuji-puji," ungkap Alissa saat memberikan sambutan keluarga pada malam puncak Haul ke-8 Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Kamis (28/12) malam.

Alissa mengajak segenap pihak untuk meneladani sifat-sifat sederhana dari ayah kandungnya itu. Termasuk zuhud dari kekuasaan.

"Semoga kita bisa meneladani zuhudnya (Gus Dur, red) dari kekuasaan dan materi. Semoga kita bisa meneladani humornya untuk menertawakan dirinya sendiri," jelas perempuan yang mempunyai nama asli Alissa Qotrunnada Munawaroh ini.

Di dekat maqbaroh Almaghfurullah KH Hasyim Asy'ari, KH Wahid Hasyim, KH Abdurrahman Wahid itu, Alissa juga mengajak untuk mencontoh Gus Dur yang selalu melantunkan Syi'ir I'tirof gubahan Abu Nawas untuk selalu mengingat kesalahan dan kekurangan sebagai makhluk yang kecil.

"Semoga kita bisa meneladani almaghfurullah sebagai makhluk yang penuh dosa sehingga beliau setiap hari selalu melantunkan syi'ir untuk mendapatkan ampunan," pintanya denga lugas.

Terakhir, Alissa mengingatkan bahwa inspirasi Gus Dur akan selalu ada bersama kita. "Yang tertinggal dari pemkaman adalah jasad. Tapi sosoknya akan pulang bersama peziarah dan penuh inspirasi," tandasnya.

Selain membacakan puisi 'Celurit Emas', di penghujung sambutannya, ia mengajak seluruh hadirin untuk menyanyikan syi'ir i'tirof untuk mengenang Gus Dur.

Hadir pada acara tersebut, trio menteri kabinet Gus Dur, Khofifah Indar Parawansa, Mahfud MD, dan Rizal Ramli. (Rif'atuz Zuhro/Fathoni)