::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Januari, Bangladesh Target Pulangkan 100.000 Rohingya ke Myanmar

Sabtu, 30 Desember 2017 16:00 Internasional

Bagikan

Januari, Bangladesh Target Pulangkan 100.000 Rohingya ke Myanmar
Ilustrasi: Muslim Rohingya menerima bantuan dari NU
Cox's Bazar, NU Online
Pemerintah Bangladesh berencana memulangkan 100.000 pengungsi Muslim Rohingya ke negara asalnya, Myanmar, dalam rombongan pertama repatriasi etnis yang menjadi korban kekerasan militer ini.

Menteri senior Obaidul Quader, Jumat (29/12) sebagaimana dilansir AFP, mengatakan, daftar 100.000 nama telah dikirim ke pemerintah Myanmar pada Jumat sehingga repatriasi dapat dimulai pada akhir Januari di bawah kesepakatan antara Bangladesh dan Myanmar.

Lebih dari 655.000 Muslim Rohingya dari negara bagian Rakhine, Myanmar, mencari perlindungan di Bangladesh sejak eskalasi kekerasan oleh militer setempat pada akhir Agustus. Orang Rohingya terpaksa lari dari tempat asal, menerobos hutan, laut, dan sungai dalam kondisi memprihatinkan. PBB menyebut tragedi ini sebagai upaya pembersihan etnis.

Jumlah ini menambah daftar sebelumnya yang mencapai lebih dari 300.000 orang yang sudah tinggal cukup lama di tenda-tenda pengungsian setelah mendapat kekerasan di negara mayoritas penganut Buddha tersebut.

Pemerintah Bangladesh dan Myanmar telah menandatangani sebuah kesepakatan pada November lalu yang memungkinkan pemulangan dari 23 Januari mendatang. Banyak kelompok bantuan dan diplomat meragukan bahwa Rohingya yang ketakutan akan setuju pulang ke daerah asalnya.

Quader mengatakan bahwa pemulangan akan dimulai segera setelah sekelompok pejabat dari kedua negara menyelesaikan daftar nama.

Abul Kalam Azad, komisaris bantuan pemerintah untuk pengungsi Rohingya, mengatakan repatriasi akan dimulai setelah Myanmar memverifikasi daftar tersebut dan pihak berwenang di Bangladesh mendapat persetujuan dari para pengungsi yang bersedia.

Sebagian besar pengungsi Rohingya yang didatangi AFP di kamp-kamp tersebut bersikeras tidak mau pulang karena menilai Rakhine masih tidak cukup aman. Para diplomat mengaku ragu Myanmar akan mengizinkan pulangnya Rohingya dalam jumlah sebanyak itu.

(Baca juga: Nelangsanya Nasib Anak-anak Rohingya di Bangladesh)
Menurut Azad, hampir 1 juta Rohingya tinggal di Bangladesh, banyak di antaranya telah berada di sana selama beberapa dekade. Myanmar telah sepakat untuk menarik kembali para pengungsi yang tiba sejak Oktober 2016, diyakini berjumlah sekitar 700.000 orang. (Red: Mahbib)