NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Akui Pendidikan Tradisional Islam, Upaya Pemerintah Rangkul Umat Islam

Kamis, 04 Januari 2018 14:00 Nasional

Bagikan

Akui Pendidikan Tradisional Islam, Upaya Pemerintah Rangkul Umat Islam
Tangerang Selatan, NU Online
Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Masykuri Abdillah mengapresiasi langkah  pemerintah yang mengakui pendidikan tradisional Islam, termasuk Ma’had Aly. 

“Ini politik pemerintah yang sangat bagus. Umat Islam merasa pemerintah mengakui keberadaannya” katanya kepada NU Online di Ciputat Tangerang Selatan, Rabu (3/1).

Baginya, itu adalah upaya pemerintah untuk merangkul umat Islam. Di Indonesia, pendidikan Islam, baik formal atau pun non-formal, diakui dan dibina pemerintah mulai dari tingkatan bawah hingga tingkatan yang paling tinggi yaitu Ma’had Aly.  

“Lulusannya juga diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian persamaan,” lanjutnya.

Rais Syuriah PBNU itu menyebutkan, apa yang dilakukan pemerintah Indonesia tersebut berbeda dengan beberapa negara di Timur Tengah seperti Pakistan dan Suriah yang pemerintahnya tidak bersedia mengakui pendidikan tradisional Islam. Karena pendidikan agama Islam berada di luar dan dikeluarkan dari sistem pendidikan nasional negara yang bersangkutan, maka ada jarak antara pendidikan agama Islam dan ulama-ulama alumninya dengan pemerintah.

“Lalu kemudian muncul orang-orang yang keras terhadap pemerintah. Kelompok yang menentang pemerintah berasal dari situ karena pendidikan mereka tidak dianggap,” jelasnya.

Ke depan, imbuhnya, kualitas pendidikan tradisional Islam seperti Ma’had Aly harus terus ditingkatkan dan dibuat peraturan yang lebih ketat mulai dari kualifikasi dosen hingga pemenuhan sarana-prasarana.   

Pada pertengahan tahun lalu, pemerintah melalui Kementerian Agama RI telah mengakui dan meresmikan legalitas 13 Ma’had Aly di seluruh Indonesia. Yaitu Ma’had Aly Saidusshiddiqiyyah, Ma’had Aly Syekh Ibrahim Al Jambi, Ma’had Aly Sumatera Thawalib Parabek, Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya, Ma’had Aly As'adiyah, Ma’had Aly Rasyidiyah Khalidiyah, Ma’had Aly salafiyah Syafi’iyah, Ma’had Aly Hasyim Al-Asy'ary, Ma’had Aly At-Tarmasi, Ma’had Aly Pesantren Maslakul Huda fi Ushul al-Fiqh, Ma’had Aly PP Iqna ath-Thalibin, Ma’had Aly Al Hikamussalafiyah, dan Ma’had Aly Miftahul Huda. (Muchlishon Rochmat)