::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Nurul Jadid dan Darul Lughah wal Karomah Miliki Kesamaan Perjuangan

Sabtu, 06 Januari 2018 11:04 Pesantren

Bagikan

Nurul Jadid dan Darul Lughah wal Karomah Miliki Kesamaan Perjuangan
Probolinggo, NU Online
Dalam rangka memperkuat ukhuwah ma’hadiyah, Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Sabtu (6/1) mendapatkan kunjungan dari Pesantren Darul Lughah Wal Karomah Kraksaan.

Kunjungan dari Pesantren Darul Lughah Wal Karomah ini diterima langsung oleh Kepala Pesantren Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid di Aula Nurul Jadid Paiton bersama keluarga besar Pesantren Nurul Jadid Paiton.

Ketua Yayasan Darul Lughah Wal Karomah KH Mu'tafi menyampaikan kedatangannya ke Pesantren Nurul Jadid bertujuan untuk belajar dalam rangka mengejar ketertinggalan pesantren agar sesuai dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman.

“Sudah saatnya pesantren tidak hanya berfokus pada pendidikan dan pembelajaran saja, melainkan sudah harus berfokus pada aspek lain, seperti dakwah Islamiyah dan pengkaderan. Kami ingin tadarus ke Nurul Jadid terkait dengan hal ini,” katanya.

KH Abdul Hamid Wahid selaku Kepala Pesantren Nurul Jadid menyampaikan bahwa antara Pesantren Nurul Jadid dan Pesantren Darul Lughah Wal Karomah memiliki ikatan kekerabatan dan kekeluargaan yang sangat dekat. Bahkan termasuk pesantren yang memiliki kesamaan perjuangan secara historis.

“Oleh karena itu, kegiatan ini bukan merupakan studi banding, tapi tadarus ma'hadiyah, untuk sama-sama memajukan pendidikan pesantren, mengingat banyaknya santri secara kuantitas dan cakupan jaringan yang sangat luas,” ujarnya.

Menurut Kiai Abdul Hamid, hal ini sangat perlu dilakukan dalam rangka memperkuat posisi pesantren sebagai lembaga pendidikan dan pembelajaran, lembaga dakwah dan pengkaderan. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)