::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Kompolan Pojok Surau, Cara Warga Pamekasan Hadirkan Harmoni Keberagaman

Rabu, 14 Februari 2018 13:30 Daerah

Bagikan

Kompolan Pojok Surau, Cara Warga Pamekasan Hadirkan Harmoni Keberagaman
Pamekasan, NU Online
Kabupaten Pamekasan Jawa Timur kini memiliki komunitas yang mampu merajut harmoni keberagaman. Kompolan Pojok Surau (KPS), namanya.

Organisasi yang dikomandani RKH Wazirul Jihad tersebut menyelenggarakan kongkow bareng bersama di depan Masjid Jamik Asy-Syuhada Pamekasan, Selasa (13/2) malam. 

Peserta yang hadir berasal dari berbagai elemen masyarakat. Mulai dari elemen kepemudaan, organisasi masyarakat atau ormas, mahasiswa, hingga perwakilan lintas agama. 

Dengan mengusung tema Apa kabar Gerbang Salam (Gerakan Pembangunan Masyarakat Islami), KPS menghadirkan narasumber yang terdiri dari orang pertama di MUI, PCNU, Muhammadiyah, Serikat Islam (SI), Polres, Pemkab, LP2SI, Kepala Satpol PP, Dewan Pendidikan, dan Komisi I DPRD Pamekasan.

"Kongkow bareng ini merupakan bincang santai tapi tema yang kita usung cukup serius, yakni Apa Kabar Gerbang Salam. Kami sengaja mengangkat tema ini karena jargon tersebut sangat identik dengan Pamekasan," tegas RKH Wazirul Jihad.

Pihaknya menilai tema tersebut sangat tepat untuk kembali dibahas, sebab selama ini slogan Bumi Gerbang Salam cenderung hanya simbolis semata. “Karena itu, kongkow bareng membedah slogan tersebut apakah benar-benar simbolis atau substansial," ungkapnya. 

"Melalui KPS, kita menghendaki harmoni keberagaman," tukasnya. (Hairul Anam/Ibnu Nawawi)