::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Bernyanyi Saat Sa’i, Ini Komentar ASBIHU NU dan MUI

Rabu, 28 Februari 2018 15:45 Nasional

Bagikan

Bernyanyi Saat Sa’i, Ini Komentar ASBIHU NU dan MUI
Bandung, NU Online 
Beberapa hari lalu, warganet dihebohkan dengan viralnya video sa’i sekelompok orang yang menyanyikan lagu secara serempak. Sebagian warganet mempertanyakan perilaku itu dan berpendapat tidak selayaknya dilakukan karena akan mempengaruhi sah dan tidak sahnya ibadah itu. Di sisi lain ada juga yang membelanya.  

Menurut Kepala Bidang Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat H. Masduki Baidlowi, sa’i umrah dengan bernyanyi seperti itu bukan masalah sah dan tidak sah. 

“Ini lebih pada persoalan bagaimana akhlak kita beribadah. Akhlak iti melebihi sah dan tak sahnya sebuah ibadah,” katanya pada siaran langsung yang ditayangkan sebuah televisi swasta, Rabu (28/2).  

Menurut dia, menyanyikan lagu saat sa’i itu tidak menggugurkan ibadah umrah sebagaimana seseorang shalat yang menggunakan kaus pendek. Namun, itu adalah shalat yang tidak berakhlak. Padahal Nabi diutus ke dunia untuk akhlak. 

Sementara Ketua Asosiasi Bina Haji dan Umrah (ASBIHU) NU KH Hafidz Taftazani, pada acara yang sama, mengatakan, ibadah umrah, harus dilakukan secara benar dan baik. 

Umrah, lanjutnya, adalah ibadah fi’liyah (fisik) bukan qauliyah (ucapan). Tidak ada bacaan wajib yang harus ucapkan dalam sa’i. Namun, meski demikian, yang terbaik adalah megucapkan bacaan-bacaan yang telah dianjurkan Nabi. 

Masduki kembali menegaskan, di dalam sa’i, pada praktiknya banyak yang melakukannya sembari ngobrol atawa sambil menelepon. 

“Tapi secara akhlak dalam etika, itu bermasalah,” tegasnya. 

Karena itu, MUI meminta kepada Kemenag RI untuk melakukan pengetatan dan pengaturan tata cara ibadah umrah. 

Ia mengaku pernah mendengar bahwa Kemenag tengah menyiapkan sebuah aplikasi android yang memiliki konten tata cara haji dan umrah. Karena kasus tersebut, sebaiknya aplikasi itu segera diluncurkan. 

Kiai Hafidz meminta sa’i semacam itu tidak boleh terulang lagi di masa-masa yang akan datang. 

“Ini tidak bisa dibiarkan. Ini harus yang terakhir,” tegasnya.

Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi dikabarkan memprotes menyanyi saat sa’i tersebut. (Abdullah Alawi)