::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Ketum PBNU: Kelompok MCA Khianati Agama dan Bangsa

Kamis, 01 Maret 2018 08:55 Nasional

Bagikan

Ketum PBNU: Kelompok MCA Khianati Agama dan Bangsa
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj.
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menanggapi tegas praktik kebohongan menyebarkan hoaks oleh kelompok Muslim Cyber Army (MCA). Ia menyebut, MCA telah mengkhianati kehidupan bangsa.

“Dengan menyebar kebohongan berarti MCA mengkhianati bangsa. Masa jadi bangsa yang menggunjing,” ujar Kiai Said, Rabu (28/2) malam saat diwawancarai di bilangan Slipi, Jakarta Barat.

Sedangkan, menurutnya, menggunjing jelas dilarang dalam agama. Apalagi bentuknya menyebarkan berita dan informasi bohong disertai ujaran kebencian yang dilakukan kelompok MCA.

“Jadi, bukan hanya khianati bangsa, tetapi juga mengkhianati agama,” tegas Kiai Said yang juga menyayangkan label ‘Muslim’ di MCA tapi tindakannya jauh dari ajaran Islam.

“Segala bentuk berita atau informasi yang sifatnya bohong, palsu dan berakibat mengadu domba antarumat manusia dilarang dalam agama,” sambung Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini.

Kiai Said meminta kepada msyarakat untuk tidak mudah terprovokasi apalagi terpancing dengan maraknya hoaks. “Masyarakat harus tetap tenang dan jangan terprovokasi,” ajaknya.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri bersama Direktorat Keamanan Khusus Badan Intelijen Keamanan mengungkap sindikat penyebar isu-isu provokatif di media sosial. Penangkapan dilakukan di beberapa tempat.

Adapun keempat tersangka yang ditangkap adalah ML di Tanjung Priok, RSD di Pangkal Pinang, RS di Bali, dan Yus di Sumedang. Sedangkan satu pelaku lainnya diketahui ada di Korea Selatan dan sedang diburu Polisi. Para pelaku tergabung dalam grup WhatsApp The Family Muslim Cyber Army (MCA).

Konten-konten yang disebarkan kelompok MCA ialah isu kebangkitan PKI, penculikan dan penganiayaan ulama, ujaran kebencian (hate speech), dan mencemarkan nama baik presiden hingga tokoh-tokoh tertentu. Menurut laporan kepolisian, gerakan kelompok MCA cukup terstruktur. (Red: Fathoni)