NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Sholeh: Pengkaderan Adalah Sebuah Keniscayaan

Sabtu, 03 Maret 2018 21:30 Daerah

Bagikan

Kiai Sholeh: Pengkaderan Adalah Sebuah Keniscayaan
KH Sholeh Bajuri, ketua PWNU Lampung
Bandarlampung, NU Online
Saat membuka kegiatan Latihan Kader Dasar (LKD) bagi Anggota PW Fatayat Lampung, Ketua PWNU Lampung KH Sholeh Bajuri menegaskan bahwa eksistensi sebuah organisasi tidak akan lepas dari pengkaderan. Dengan regenerasi melalui pengkaderan yang baik dan tersturktur, sebuah organisasi akan mampu terus melanjutkan visi dan misinya sekaligus memiliki kader yang militan.

“Pengkaderan adalah sebuah keniscayaan. Pengkaderan yang baik akan mampu mencetak kader yang memiliki militansi tinggi, memiliki intelektualitas dan teruji,” terangnya di Bandarlampung, Sabtu (3/3).

Setelah memiliki militansi tinggi terang Kiai energik ini, para kader tersebut  akan secara otomatis dapat memberdayakan organisasi serta mempertahankannya dari terpaan serta hantaman badai yang akan merobohkan organisasinya.

“Kader-kader militan Fatayat saya harapkan menjadi pagar bagi jam’iyyah NU sekaligus mampu mengamalkan dan mengaktualisasikan amaliah Ahlussunnah wal Jama'ah baik secara eksternal maupun internal sehingga terhindar dari sikap radikal dan intoleran ,” harapnya pada acara yang juga dihadiri oleh Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung KH Khairuddin Tahmid ini.

Dengan kader-kader militan yang mampu membangun jam’iyyah NU lebih kuat dengan konsolidasi internal yang baik, maka ia yakin kebesaran NU akan dapat dipertahankan dan lebih diperhitungkan lagi oleh pihak lain.

Ia mengingatkan seluruh warga NU untuk memperkuat barisan dan menatanya secara sistematis agar tidak mudah tercerai-berai sebagaimana pesan sayyidina Ali Karromallhu Wajhah bahwa kebenaran yang tidak tertata atau tidak sistematik akan mampu dikalahkan dengan kebatilan yang sistematik. (Muhammad Faizin)