NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Harapan Lintas Aktivis NU untuk Konferwil Ke-10 PWNU Lampung

Kamis, 08 Maret 2018 08:00 Daerah

Bagikan

Harapan Lintas Aktivis NU untuk Konferwil Ke-10 PWNU Lampung
Lampung Tengah, NU Online
Jika tidak ada aral melintang, dipastikan hari ini setelah shalat dzuhur, Kamis (8/3) siang, akan digelar Pembukaan Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-10 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung. Kegiatan akbar NU Lampung ini akan dihadiri Rais ‘Aam PBNU KH Ma'ruf Amin dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.
 
Pelaksanaan Konferwil ke-10 PWNU Provinsi Lampung ini akan digelar selama tiga hari mulai Kamis (8/3) sampai dengan Sabtu (10/3) di komplek Pesantren Darussa'adah Kelurahan Seputih Jaya Kecamatan Gunung Sugih Kabupaten Lampung Tengah, Lampung asuhan KH Muhsin Abdillah.
 
Harapan dan cita-cita disampaikan beberapa tokoh lintas aktivis bahkan akademisi untuk hajat jam'iyyah NU provinsi di ujung timur pulau Sumatera ini.

Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Lampung, Nasir mengatakan, perguruan tinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama yang ada di wilayah Lampung perlu didorong secara serius menjadi pendidikan yang terus berkelanjutan dari pondok pesantren. Perguruan tinggi dan pondok pesantren tidak bisa dipisahkan.
 
"Peran dua pendidikan ini jangan dipandang sebelah mata, inilah aset dan warisan peradaban dunia, Islam Nusantara. Semoga Konferwil tahun 2018 ini dapat membuka 'Arab baru' khas Indonesia dan memutuskan kebijakan strategis yang kompetitif di era perkembangan revolusi industrial," imbuh dosen Pascasarjana UIN Raden Intan Bandar Lampung ini via handphone, Rabu (7/3).
 
Ditempat berbeda, Mabincab PMII Lampung Timur, Ahmad Fauzi mengatakan, selaku kader muda Nahdlatul Ulama berharap Ketua Tanfidziyah NU Provinsi Lampung lima tahun kedepan adalah seorang pemimpin yang mampu membawa Nahdlatul Ulama kearah kemandirian organisasi baik jama'ah maupun jam'iyyah.
 
"Dan yang tak kalah penting adalah dapat menjaga amanah organisasi sesuai hasil Muktamar NU di Jombang Jawa Timur beberapa tahun lalu,” tegas alumnus IAIN Kota Metro Lampung ini.
 
Sementara itu Ketua Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Tulang Bawang Barat Nuril Iman menyampaikan harapan agar komposisi kepengurusan PWNU Provinsi Lampung lima tahun kedepan lebih giat, aktif hadir secara periodik di cabang-cabang , kabupaten, dan kota sehingga NU Lampung bisa mengawal program Aswaja an Nahdliyyah hingga jenjang masyarakat yang paling bawah.
 
Dosen Fakultas Syariah IAIN Metro Lampung, Imam Mustafa pun ikut rembug untuk NU Lampung ke depan. Baginya NU harus back to pesantren (kembali ke pesantren).  Pesantrenlah yang menjadi pilar penopang dakwah NU. Moralitas dan misi pesantren bersandar pada citra ilahi yang menekankan pengabdian dan keihlasan yang berorientasi pada dimensi esoterik yang bersifat metafisik. Inilah yang seharusnya terus dipegangi NU, baik jam'iyah maupun jamaah.

"Dakwah dan politik kebangsaan NU tidak terbatas oleh kepentingan, tempat dan waktu. Dakwah untuk memperjuangkan dan membangun kecerdasan emosional, intelektual, spiritual dan sosial umat dan bangsa demi terciptanya masyarakat yang adil, damai, sejahtera dalam bingkai multikulturalisme bangsa Indonesia,” tutup alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini. (Akhmad Syarief Kurniawan/Muhammad Faizin)