::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ajengan Jalu Haramkan Anaknya Bercadar

Jumat, 09 Maret 2018 17:45 Humor

Bagikan

Ajengan Jalu Haramkan Anaknya Bercadar
Kini orang-orang gaduh membicarakan cadar, siang maupun malam. Di warung kopi sampai forum seminar. Pasalnya sebuah kampus Islam melarang mahasiswinya bercadar. Pro dan kontra terjadi. Ormas yang mengatasnamakan Islam berunjuk rasa ke kampus itu. 

Rupanya informasi semacam itu sampai juga ke kaki gunung Bongkok, di sebuah perkampungan terpencil. Itu berkat media sosial. 

Di kampung itu, ada seorang ajengan muda, Rijaludin namanya. Akrab disapa Ajengan Jalu. Ia pandai bergaul dan energik. Karena pernah tinggal di kota, meski tinggal di kampung, ia terbilang pengguna media sosial aktif.

Suatu hari, seorang anak muda, tetangganya, yang bersekolah di kota kabupaten bertanya tentang pro dan kontra cadar itu kepada Ajengan Jalu.    

“Ajengan, seandainya anakmu kuliah di kampus yang melarang bercadar, bagaimana sikapmu?” 

“Saya akan melarang anak saya bercadar. Bahkan kerudung pun pasti saya larang!".

“Wah, kenapa demikian? Bukankah itu syari'at Islam?" tanya anak muda itu, kaget bukan main.

“Meskipun syariat Islam, tetap saya akan melarangnya.”

“Kenapa?” 

“Karena Islam tidak menyuruh begitu,” jawab Ajengan Jalu. “Kan anak saya laki-laki semua. Saya haramkan memakai kerudung, apalagi bercadar,” jelasnya. (Abdullah Alawi)