NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ribuan Pentakziah Lepas Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi

Sabtu, 10 Maret 2018 08:00 Daerah

Bagikan

Ribuan Pentakziah Lepas Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi
Jombang, NU Online
Masjid Madarasatul Qur’an (MQ) tidak mampu menampung ribuan pentakziah yang menghadiri pemakaman almarhumah Ibu Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi binti KH Abdul Wahid Hasyim. Shalat jenazah dilaksanakan berkali-kali demi memberikan kesempatan kepada warga dan keluarga melepas kepergian mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU tersebut.

Kabar bahwa jenazah almarhumah akan dikebumikan usai Shalat Jumat, memberikan kesempatan kepada masyarakat dari berbagai kota untuk hadir di MQ Tebuireng Jombang. Dengan menggunakan sejumlah sarana transportasi, masyarakt berduyun-duyun memadati lokasi. 

“Kami merasa kesulitan mencari figur seperti beliau. Beliau sangat tekun, tegas dan sangat disiplin,” kata Khofifah Indar Parawansa terkait sosok almarhumah, Jumat (9/3). 

Sosok almarhumah adalah pribadi yang sulit dicari padanannya. Dedikasinya kepada Muslimat NU demikian mengagumkan. Hal tersebut dibuktikan dengan sejumlah rintisan yang kini menjadi kebanggaan.

“Kepergian Ibu Aisyah menjadikan kami kehilangan sosok teladan,” kata Khofifah.
 
Menurutnya, almarhumah merupakan pribadi yang luar biasa. “Selama hidup membaktikan dirinya untuk kegiatan sosial keagamaan yang luar biasa di Muslimat NU,” ungkapnya.

Dalam catatan Khofifah, di usianya yang sudah udzhur almarhumah masih terus berkhidmat dengan mengomandani 144 panti asuhan, merintis 9800 lebih Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD, Taman Kanak-kanak, hingga Raudlatul Athfal atau RA. 

“Demikian pula sebagai perintis Yayasan Haji Muslimat, juga Induk Koperasi An-Nisa,” ungkapnya. Sehingga sejumlah lembaga di Muslimat NU selama ini adalah rintisan almarhumah, lanjutnya.

Komitmen dan tanggung jawab Nyai Hj Aisyah Hamid Baidlowi juga dibuktikan seminggu sebelum wafat dengan memimpin rapat 5 yayasan sekaligus. “Sejak jam 10 pagi hingga 5 sore, beliau memimpin rapat di Muslimat NU,” jelasnya.

Jenazah Nyai Aisyah dimakamkan di pemakaman keluarga di area MQ Tebuireng. Di antara deretan tokoh penting yang datang langsung ke pemakaman, tampak hadir kerabat almarhumah.

Selain itu hadir pula Khofifah Indar Parawansa, Emil Dardak, Saifullah Yusuf, serta Nyai Hj Mundjidah Wahab. Muhaimin Iskandar juga terlihat hadir. Puluhan karangan bunga ucapan bela sungkawa juga berjejer. Di antara dari Presiden RI Jokowi, Kapolri, dan sejumlah pejabat tinggi negara serta dari sejumlah partai politik. (Ibnu Nawawi)