NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pesan Rais Aam di Ulang Tahun Ke-75

Selasa, 13 Maret 2018 08:30 Nasional

Bagikan

Pesan Rais Aam di Ulang Tahun Ke-75
Kiai Ma'ruf Amin. Foto: 164 Channel
Jakarta, NU Online
Sebagai ikhtiar untuk tetap menjaga tegaknya NKRI, salah satu upaya penting yang harus dilakukan secara terus menerus adalah bagiamana menguatkan silaturahim yang meliputi tiga ukhuwah, yakni islamiyah, wathoniyah, dan juga insaniyah. Ketiga sinergi ukhuwah tersebut adalah pondasi bagi tegak berlangsungnya NKRI di masa yang akan datang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Rais Aam PBNU KH MA’ruf Amin pada acara tasyakur ulang tahunnya yang ke-75 di Muamalat Tower, Jakarta, Senin (12/3) malam. Di hadapan yang hadir, Kiai Ma’ruf berpesan bahwa selain pentingnya menjaga tiga ukhuwah, yang harus selalu diperhatikan adalah upaya-upaya untuk mendorong perekonomian umat yang juga harus terus digalakkan.

“Umat harus berdaya secara ekonomi. Melalui pelbagai macam terobosan kreatif dan inovatif, kita harus terus berupaya agar supaya umat berdaya secara ekonomi. Ini adalah tugas kita bersama,” jelas Kiai Ma’ruf yang dalam acara tersebut meluncurkan buku biografi bertajuk Penggerak Umat Pengayom Bangsa.

(Baca: Buku Biografi KH Ma'ruf Amin Diluncurkan)
Dalam biografi karangan Anif Punto Utomo tersebut, Kiai Ma’ruf dilukiskan sebagai sosok yang memiliki perhatian yang tinggi pada isu-isu kebangsaan dan ekonomi syariah. Pelbagai sikap dan keputusan brilian dan solutif kerap kali datang dari pemikiran Kiai Ma’ruf.

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar yang hadir dalam acara tersebut mengonfirmasi bahwa sosok Kiai Ma’ruf adalah pribadi yang selalu mencurahkan perhatiannya kepada isu-isu kebangsaan.

“Kami belajar banyak pada Kiai Ma’ruf. Sosok yang selalu konsen dan istiqomah dalam memikirkan masalah kebangsaan,” ujarnya.

Ketua Umum DPP PKB HA Muhaimin Iskandar yang juga hadir dalam acara tersebut menyampaikan kesan yang mendalam akan sosok Kiai Ma’ruf. Dalam pandangan tokoh yang akrab disapa Cak Imin tersebut, Kiai Ma’ruf bukan saja sosok penggerak dan pengayom, namun lebih dari itu pelopor bagi kebangkitan ekonomi syariah di Indonesia.

“Saya sangat bersyukur bisa berguru langsung dengan Kiai Ma’ruf soal isu-isu kebangsaan, politik, dan juga keummatan,” kata Cak Imin.

Senada dengan Cak Imin, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa Kiai Ma’ruf adalah sosok anutan dan teladan bagi bangsa Indonesia.

“Beliau ulama dengan kilmuan yang mumpuni dan sekaligus pemikiran yang bijaksana,” tukas Haedar. (Red: Kendi Setiawan)