::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Untuk Indonesia, Warga NU Diminta Intensifkan Shalawat dan Istighotsah

Senin, 26 Maret 2018 19:30 Daerah

Bagikan

Untuk Indonesia, Warga NU Diminta Intensifkan Shalawat dan Istighotsah
Bekasi, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) itu besar pengikut, pengaruh, dan kontribusinya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Maka, NU tidak akan rela kehilangan NKRI, apalagi kalau disebut-sebut Indonesia bakal bubar pada 2030.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Kota Bekasi KH Zamakhsyari Abdul Majid saat ditemui di Sekretariat NU, Jl Veteran 22, Margajaya, Bekasi Selatan, Senin (26/3).

"Na'udzubillah, pesimisme itu sikap yang tidak disukai Allah. Kita harus berlindung dari-Nya supaya Indonesia baik-baik saja, bahkan harus lebih kuat. Warga NU, jangan kendor baca shalawat dan istighotsahnya," ungkap Pemilik Pondok Pesantren Darul Quran, Setu, Kabupaten Bekasi itu.

Ia menegaskan kepada seluruh kader NU di Kota Bekasi untuk senantiasa mengadakan pengajian dan pengkajian dalam rangka menguatkan kepercayaan diri terhadap keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

"Makanya IPNU, IPPNU, PMII, GP Ansor di mana pun berada, dan khususnya di Kota Bekasi harus solid. Harus bareng-bareng dan sama-sama berjuang untuk kejayaan NU dan Indonesia," katanya.

Kiai asal Cengkareng Jakarta Barat itu mengungkapkan bahwa sikap pesimis harus dibuang jauh-jauh dari dalam tubuh NU. Sebagai pemilik aset terbesar negeri, NU memiliki kewajiban untuk menjaganya.

"Kita ini yang punya aset, nah aset itu harus dijaga. Orang lain mah mau pesimis, biarin. Kita harus optimis. Aset jangan sampai hilang apalagi hancur," pungkasnya. (Aru Elgete/Alhafiz K)