::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Gus Mus Pilih Baca "Gus Jakfar" Daripada Baca Puisi di Jagong Gusjigang

Jumat, 06 April 2018 11:00 Daerah

Bagikan

Gus Mus Pilih Baca
Gus Mus di Kudus
Kudus, NU Online
Hadir di acara Jagong Gusjigang, Kamis (5/4) malam di Komplek Menara Kudus, Jawa Tengah, Pengasuh PP Raudlatut Thalibien, Leteh, Rembang KHA Musthofa Bisri (Gus Mus) membacakan cerpen fenomenalnya, "Gus Jakfar".

"Saya baca cerpen saja, sebuah cerpen pertama saya yang dimuat di Kompas satu halaman penuh," ujar Gus Mus diikuti tepuk tangan jamaah yang hadir. 

Dalam acara Jagong Gusjigang, Pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) mengajak masyarakat Kabupaten Kudus untuk bernostalgia.

Budayawan, Thomas Budi Santoso, berkesempatan membacakan puisi “Bermula dari Al-Quds” karangan Mukti Sutarman Espe. Hadir juga membacakan puisi, penyair kondang Sosiawan Leak. 

Dikatakan Gus Mus, cerpen ini menceritakan kehidupan tokoh Gus Jakfar yang memiliki keahlian khusus untuk membaca masa depan orang. namun suatu ketika Gus Jakfar menghilang, mekakukan "lelana brata" untuk menemukan kesejatian diri. Bertemulah ia dengan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang memberinya pelajaran hidup dan menjelaskan fenomena kehidupan yang aneh-aneh, termasuk himbauan agar tidak mudah menghukumi orang lain. 

"Kau jangan mudah menilai seseorang hanya karena melihat tanda. kau harus hati-hati dengan sesuatu yang diberikan oleh Allah kepadamu berupa anugerah kelebihan, itu lebih berat," ujar Gus Mus saat membacakan cerpennya.

Sementara, penyair Sosiawan Leak memilih untuk berimprovisasi puisi tentang Gusjigang dan keteladanan Sunan Kudus. 

"Di dalam arsitektur kota-kota, ada istilah kota kembar, di Kudus juga banyak situs yang kembar dengan Palestina," katanya.

Menurut Sosiawan, jika di Palestina ada Jabal Moriah maka di Kudus ada Jazirah Muria. Sunan Kudus juga telah memberikan teladan baik dengan menepi dari hiruk pikuk politik Kerajaan Demak kala itu dan membangun peradabannya sendiri di Kudus.

"Luar biasa, kubah ala timur tengah bisa disandingkan dengan gapura Jawa," jelas Leak. (M. Farid/Muiz)